Rekomendasi

Heboh Tabloid Indonesia Barokah: Ini Tanggapan Tim Pemenangan Calon Presiden di Karanganyar

Minggu, 27 Januari 2019 : 17.57
Published by Hariankota
Heboh Tabloid Indonesia Barokah: Ini Tanggapan Tim Pemenangan Calon Presiden Di Karanganyar (Foto: Dok.hariankota.com)
KARANGANYAR - Masuknya Tabloid Indonesia Barokah ke Karanganyar, mendapat btanggapan dari tim kampanye dari masing-masing calon presiden dan wakil presiden di Karanganyar.

Dihubungi hariankota.com melalui telepon selularnya, Endang Muryani, ketua tim kampanye daerah (TKD) pasangan calon presiden nomor urut satu, Joko Widodo-Makruf Amin, mengatakan, berbagai upaya akan dilakukan oleh para pendukung untuk memenangkan calon yang diusung.

Fitnah, adu domba penyebaran isu untuk membunuh karakter lawan sering mewarnai suasana menjelang pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) mendatang. Namun, menurut Endang, hal itu bukan sesuatu yang positif, termasuk penyebaran Tabloid Indonesia dalam mengkampanyekan pasangan calon presiden yang diusung.

“Saya pikir, Tabloid Indonesia Barokah itu, bukan sarana yang positif saat mengkampanyekan calon yang diusung,” kata Endang, Minggu (27/01/2019). Saat ini, lanjut Endang, masyarakat semakin cerdas, lebih objektif dalam memilih calon pemimpinnya, mana pemimpin yang menjiwai Pancasila dan mana yang mengejar kekuasaan.

“Saya berharap masyarakat harus lebih cerdas bersikap terhadap fenomena yang terjadi saat ini, termasuk menegenai Tabloid Indonesia Barokah. Saya yakin masayarakat sekarang lebih obyektif dan realistis dalam memilih calon pemimpinnya,” ujar Endang.

Sementara itu, ketua badan pemenangan pasangan calon presiden nomor urut dua di Karanganyar, Yulianto, saat dihubungi hariankota.com melalui telepon selularnya, menegaskan, Tabloid Indonesia Barokah yang masuk ke Karanganyar tersebut, berisi tentang ujaran kebencian, karena kantor redaksi tercatat ditabloid ternyata fiktif.

Untuk itu, menurut Yulianto, pemerintah, penyelenggara pemilu, aparat keamanan harus segera mengambil tindakan tegas. Dan kantor pos harus menghentikan pendistribusian tabloid tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang makin cerdas. Masyarakat menginginkan pemilu yan jujur, adil untuk memilih pemimpin baru yang lebih berkualitas. Jika ingin Indonesia maju, semua harus hentikan produk hoax yang tidak bermutu. Judulnya Indonesia Barokah tapi Isinya penuh dengan Fitnah,” tegasnya, Minggu (27/01/2019).

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Bagya Komang

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More