Rekomendasi

Nekad Jadi Kurir untuk Beli Susu Anak, Berakhir di Penjara

Kamis, 17 Januari 2019 : 16.45
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Satuan narkotika dan obat-obatan (Sat Narkoba) Polres Karanganyar, mengamankan Hendrix Sumarna alias Hendrik (25) warga Banjarsari, Solo, saat mengantarkan sabu-sabu pesanan dari pelanggannya.

Dari Tangan Hendrix, tim sat Narkoba, mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 15 gram senilai Rp15 juta. Hendrix diamankan di jalan Solo-Purwodadi, Kecamatan Gondangrejo.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, di damping Kasat Narkoba, AKP Muhammad Kariri, dalam gelar perkara, di Mapolres setempat, Kamis (17/01/2019) kepada hariankota.com serta awak media lain, mengatakan, penangkapan ini merupakan yang terbesar di awal tahun 2019 dengan barang bukti seberat 15 gram sabu-sabu.

Menuruut Kapolres, terungkapnya kasus ini, setelah sebelumnya, tim Sat narkoba menerima informasi jika di jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Dusun Jetak, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, sering dilakukan transaksi narkoba.

Menerima informasi tersebut, Sat narkoba melakukan penyelidikan dan mendapat Hendrix sedang mengambil sesuatu di dekat tiang listrik. Tim yang melakukan pengintaian langsung mengikuti Hendrix.

Sesampainya di Dusun Jetak, tim sat Narkoba menghentikan laju sepeda motor dan melakukan penggeladahan terhadap Hendrix. Dari hasil penggeledahan, lanjut Kapolres, tim menemukan barang bukti sabu-sabu seberat 15 gram.

“Tim sat narkoba mengamankan Hendrix yang saat itu mengambil sesuatu dari dekat tiang listrik. Setelah diakukan penggeledahan dan pemeriksaan, ternyata barang yang diambil tersebut merupakan narkoba jenis sabu-sabu,” terang Kapolres, Kamis (17/01/2019.

Untuk pengembangan lebih lanjut, Hedrix beserta barang bukti diamankan di Mapolres Karanganyar. Akibat perbuatannya, Hendrix dijerat dengan pasal 114 (2) subsider pasal 112 (2) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

“Dari hasil pemeriksaan, Hendrik mengaku sebagai kurir. Meski demikian, kami terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan yang lebih besar,” tandas Kapolres.

Sementara itu, kepada awak media mengaku, pekerjaan sebagai kurir barang haram ini dilakoninya sejak bulan November 2018 lalu, dengan upah antara Rp200.000 sampai Rp300.000.

Hendrix mengaku terpaksa menjadi kurir untuk memenuhi kebutuhan susu anaknya. “Saya hanya mengatar pesanan sabu-sabu atas perintah seseorang. Setelah saya antar, saya langsung menerima upah dan langsung saya belikan susu untuk anak,” akunya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners