Rekomendasi

Operasi Penegakan Perda, Satpol PP Sukoharjo Sita Ribuan Liter Mihol Oplosan

Kamis, 31 Januari 2019 : 00.08
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Ribuan liter minuman beralkohol (mihol) oplosan ilegal yang dikemas dalam berbagai wadah, berhasil disita Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukoharjo dalam penggrebekan di tiga lokasi.

"Ini merupakan hasil operasi setelah kami mendapat laporan dari masyarakat, bahwa penjualan mihol di wilayah Mojolaban masih marak. Disinyalir mereka (penjual) belum memiliki ijin yang telah diatur melalui Perda," terang Kasi Penegakan Perda Satpol PP Sukoharjo, Bima Hanik Kusuma kepada hariankota.com di kantornya, Rabu (30/1/2019).

Dalam Perda Kabupaten Sukoharjo disebutkan Bima, penjualan mihol yang telah mengantongi ijin hanya boleh ditempat khusus seperti, hotel bintang tiga, empat, lima dan bar.

"Awalnya, anggota kami dengan menyamar berpura - pura membeli mihol ditempat yang sebelumnya sudah dilaporkan masyarakat. Setelah yakin bahwa tempat tersebut menjual mihol, maka tim langsung turun ke lokasi melakukan penggledahan," ungkapnya.

Hasilnya, operasi yang disebutkan Bima dilaksanakan pada Selasa (29/1/2019) kemarin, setelah dilakukan pengembangan ternyata ada tiga titik lokasi penjualan mihol ilegal, dimana jumlah yang disita volumenya diperkirakan mencapai ribuan liter yang dikemas dalam ratusan botol bekas air mineral berbagai ukuran.

Selain kemasan siap jual, Satpol PP juga menyita puluhan drum ukuran 30 liter berisi mihol jenis ciu serta puluhan botol bir besar berkadar alkohol sekira 5 persen.

"Jadi yang berhasil kami sita ini jenisnya bermacam - macam, ada bir,anggi, ciu dan arak. Untuk jenis arak, besar kemungkinan merupakan bahan dasar untuk di oplos menjadi Vodka KW (palsu)," jelasnya.

Dari hasil operasi ini, kepada tiga penjual mihol tersebut selanjutnya oleh Satpol PP dilakukan pemanggilan guna diberkas sebagai kelengkapan pengajuan sidang pengadilan tindak pidana pelanggaran Perda.

"Para tersangka penjual mihol ini kami jerat dengan Perda nomor 7 tahun 2013 yang telah dirubah mejadi Perda nomor 5 tahun 2017 tentang pembinaan, pengawasan peredaran minuman beralkohol dengan ancaman denda sekira 50 juta atau kurungan 3 bulan," tegasnya.

Satpol PP hingga kini terus melakukan penyisiran dan pengawasan diberbagai tempat untuk mencegah meluasnya peredaran mihol.

Mengingat perkembangan banyaknya pengguna media sosial, Bima juga mengungkapkan transaksi jual beli mihol ternyata tak hanya secara manual, namun juga sudah ada yang melakukan secara online.

"Mereka menggunakan medsos dalam bertransaksi seperti, Whatsapp maupun aplikasi chat lainnya. Tentu ini kami sangat butuh informasi yang banyak dari masyarakat agar bisa maksimal mencegah peredaran mihol oplosan ilegal di Sukoharjo," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More