Rekomendasi

Pemprov Bali Sukses Turunkan Kemiskinan

Minggu, 13 Januari 2019 : 05.52
DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali bisa menekan angka kemiskinan hingga 4,01% dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini. Jumlah itu jauh di bawah angka kemiskinan nasional yang mencapai 9,5%.

Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya mengatakan berbagai program dilakukan dalam upaya mengatasi kemiskinan. Bedah rumah, sekolah dan kesehatan gratis untuk orang miskin, hingga suntikan dana yang dikelola masyarakat.

"Desa-desa yang angka kemiskinannya diatas 25% diberi dana, untuk menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan," katanya saat diskusi dengan wartawan unit DPRD DIY dan Setwan yang berkunjung ke Bali, Jum'at (11/1/2019).

Tak hanya program pemberdayaan saja, Pemrov Bali juga menyampaikan pesan moral dan sosial dalam masyarakat. Miskin itu tidak enak dan tidak sesuai ajaran agama.

"Kami berikan pemahaman bahwa miskin itu dosa, membiarkan orang miskin dosa besar, dan membuat orang menjadi miskin dosa besar sekali," katanya.

Pesan itu bukan hanya untuk masyarakat, tapi juga pejabat dan pegawai di lingkungan Pemprov Bali. Bagi pemimpin maupun pejabat yang mengambil kebijakan harus memperhatikan pesan moral tersebut.

Kepala Bagian Publikasi Biro Humas Setda Pemprov Bali, I Gede Arya Diputra merinci ada lima program dalam pengentasan kemiskinan. Kelima program itu mulai dari sandang, pangan dan papan.

"Pertama dalam upaya pengentasan kemiskinan harus punya tempat tinggal layak. Kalau belum layak, kita buatkan. Makanya ada bedah rumah, selama 10 tahun terakhir ini sudah ada 22 ribu bedah rumah dari target 20 ribu," katanya.

Program kedua, kata dia, kesehatan dan pendidikan hingga 12 tahun gratis. Program ketiga, kampung bali sejahtera. Selanjutnya, harus melestarikan adat, tradisi dan budaya. Banyak program dalam upaya melestarikan adat, tradisi dan budaya Bali.

Bali, kata dia, tak bisa dilepaskan dengan dunia pariwisata. Hampir 90% masyarakat hidup dengan mengandalkan dunia pariwisata, baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Ada pergub tentang pemanfaatan hasil pertanian, perikanan, dan industri lokal yang harus terkoneksi dengan pelaku usaha. Bagi pelaku usaha seperti hotel dan restoran itu harus memanfaatkan produk lokal," katanya.

Ia mengaku dunia pariwisata menjadi jantung kehidupan bagi sebagian besar masyarakat di Bali. Tradisi adat dan budaya masyarakat menjadi andalan dalam dunia pariwisata, selain keindahan alam yang dikelilingi pantai yang eksotik di pulau dewata ini.

Koordinator rombongan wartawan unit DPRD DIY, Santosa Suparman mengatakan apa yang dilakukan Pemprov Bali dalam upaya pengentasan kemiskinan sangat baik. Hal itu bisa menjadi rujukan pemda lain, tak terkecuali Pemda DIY yang angka kemiskinannya cukup tinggi.

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Loading...

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners