Rekomendasi

Redam Polemik, Kantor Pos Tangguhkan Pengiriman Tabloid Indonesia Barokah

Senin, 28 Januari 2019 : 17.46
SUKOHARJO - Polemik beredarnya Tabloid Indonesia Barokah di sejumlah daerah hingga kini terus bergulir, salah satunya di Kabupaten Sukoharjo, dimana sejumlah masjid resah setelah mendapat kiriman tabloid tersebut yang isinya dinilai provokatif menyudutkan salah satu paslon Capres – Cawapres peserta Pemilu 2019.

Sembari menunggu kejelasan sikap Bawaslu, dan instruksi lebih lanjut dari Kantor Pusat di Jakarta, oleh Kantor Pos Sukoharjo, untuk sementara pengiriman paket tabloid meresahkan tersebut ke sejumlah alamat tujuan di tangguhkan.

"Kami menunda pengiriman 428 amplop berisi Tabloid Indonesia Barokah yang tersebar di beberapa kantor cabang dan pusat (Kabupaten -Red)," kata Kepala Kantor Pos Sukoharjo, Tati Nur Hayati saat dihubungi hariankota.com dan awak media lain, Senin (28/1/2019).

Dijelaskan Tati, saat ini dari data yang ada, rinciannya ada 9 amplop di Kantor Pos Sukoharjo dan 215 sisanya di Kantor Pos Cabang (KPC) Kecamatan Polokarto.

"Kemudian dari KPC Kecamatan Bulu 6 amplop, Kecamatan Weru 81 amplop, Kecamatan Gatak 68 amplop, Kecamatan Bendosari 41 amplop, dan di petugas pengantar Sukoharjo 11 amplop," ungkapnya.

Dari 12 kecamatan yang ada di Sukoharjo, Tati menyebut, KPC Kecamatan Nguter, Kecamatan Mojolaban, Kecamatan Tawangsari, Kecamatan Grogol, Kecamatan Baki, dan Kecamatan Kartasura belum termasuk, lantaran belum terdata.

Tati mengatakan, Tabloid Indonesia Barokah kali pertama diterima pihak Pos Sukoharjo pada pertengahan Januari 2019 lalu dalam satu kantong plastik dengan pengiriman porto telah dibayar.

"Kami tidak tahu kalau ini ada masalah jadi kita tidak menghitung berapa eksemplar yang ada disini. Oleh pak pos (petugas pengirim) yang bisa diantar, ya diantar. Jadi kami tidak tahu jumlah yang sudah diantar berapa." tukasnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto menyampaikan, setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya sejak Kamis (24/1/2019) telah meminta kepada kantor pos agar menahan terlebih dulu pengiriman tabloid ke sejumlah alamat penerima.

"Kami telah melapor ke Bawaslu pusat, dan menggenai isi tabloid, kami sendiri tidak ingin beropini. Saat ini masih menunggu hasil kajiannya yang dilakukan bersama Dewan Pers," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Bagya Komang

Bagikan :

Video: Sandiaga Uno Beri Sorban saat Bertemu Pendukung Jokowi

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners