Rekomendasi

Sarapan Gratis Sepuasnya di Jumat Barokah Bareng Komas

Jumat, 04 Januari 2019 : 19.28
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Para tukang becak, penjual sayur, wisatawan dan masyarakat sekitar area turis Prawirotaman Yogyakarta tampak menikmati sarapan, Jumat pagi, 4 Januari 2019. Ada nasi putih, telur ayam goreng, oseng-oseng kacang panjang dan teh manis yang bisa dinikmati secara gratis.

Setiap Jumat pagi, di Cafe Srawung Ngopi, Prawirotaman 3 di pusat para turis itu disediakan 100 an porsi sarapan. Lauknya pun tidak melulu telur ayam goreng. Namun juga ada soto dan pecel misalnya. Semuanya bisa dinikmati secara gratis.

“Kami ini merajut ukhuwah di Jumat barokah. Siapa saja boleh menikmati hidangan yang kami sediakan,” kata Gus Nizar, penyedia sarapan gratis, Jumat, 4 Januari 2019.

Bersama Komunitas Masyarakat Santri (Komas) Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap hari Jumat diadakan sarapan gratis. Siapa saja boleh makan sepuasnya karena makanan tidak di dalam kotak atau dibungkus.

Makanan itu disediakan tidak hanya umat muslim saja. Bagi non muslim, meskipun itu dinamakan Jumat Barokah Bareng Komunitas Masyarakat Santri, namun tidak dibedakan siapa saja yang datang.

Cafe Srawung Ngopi yang satu managemen dengan Hotel Sunarko Prawirotaman ini awalnya menyediakan nasi bungkus atau nasi kotak dan dikirim ke masjid di dekatnya. Namun ternyata lebih menyenangkan dan mengenyangkan jika masakan disajikan secara prasmanan.

“Ternyata lebih simpel dan orang yang ikut makan lebih bisa srawung (bergaul dan bersosialisasi) saat makan secara prasmanan,” kata Gus Nizar.

Sutrisno, salah satu yang menikmati sarapan gratis itu merasa senang karena tidak perlu mengeluarkan uang dan bisa makan sepuasnya. Ternyata tujuan makan secara gratis ini selain irit juga bisa bergaul dengan berbagai kalangan bahkan turis.

“Masakannya enak dan bikin kenyang. Bisa srawung dengan yang lain di sini,” kata dia.

Ustadz Fakhrurrozi, salah atau tokoh agama yang sengaja datang ke Srawung Kopi menyatakan Jumat Barokah ini harus dibudayakan. Masih banyak orang yang sulit mencari pekerjaan. Sehingga, adanya kegiatan seperti ini perlu diperbanyak dan ditularkan kepada para dermawan.

“Ini sebenarnya tidak hanya soal sarapan gratis. Tapi lebih pada barokahnya. Para penyedia sarapan gratis selain dapat pahala berlipat juga bisa bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dan bahkan dengan orang yang sebelumnya tidak kenal,” kata dia.

Jurnalis: Probono
Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More