Rekomendasi

Seorang Diri, Warga Solo Ini Protes Kartu Suara, Ini Alasannya

Rabu, 09 Januari 2019 : 23.18
SOLO - Dinilai merugikan salah satu pasangan calon presiden, Bambang Saptono, warga Solo, melakukan aksi protes atas desain surat suara pemilihan presiden (Pilpres) 2019 di Bunderan Gladak, jalan Slamet Riyadi, Solo, Rabu (09/01/2019) siang.

Aksi yang dilakukan Bambang ini, mendapat perhatian dari para pengguna jalan.

Dengan membawa dua buah contoh disain kartu suara pilpres yang memuat pasangan Jokowi - Maruf Amin dan Prabowo - Sandi, Bambang menunjukan Paslon Capres dan Cawapres nomer urut 01 ini bakal dirugikan bila pihak KPU tetap mencetak disain kartu suara itu.

Menurut Bambang, disain kartu suara itu tidak mencantumkan tanggal pelaksanaan pemilihan presiden, serta tidak mencantumkan tulisan presiden dan wakil presiden 2019 - 2024.

“Dokumen Negara itu harus lengkap. Tanggal pelaksanaan dan redaksi presiden dan wakil presiden harus dicantumkan. Tapi dalam disain kartu suara ini, tidak dicantumkan,” ujar Bambang.

Bamban juga menyoroti garis batas pada foto pasangan calon nomor 01. Apalagi Paslon nomer urut 01 menggunakan pakaian warna putih. Sehingga, bila tidak diberi tambahan garis bisa mempengaruhi saat pencoblosan.

"Paslon 01 itu pakaiannya berwarna putih dan background surat suara juga putih. Ini bisa merugikan karena batas dimana boleh dicoblos dan mana yang tidak bisa di coblos tidak terlihat. Biar tidak merugikan karena ada kemungkinan tercoblos di luar kotak, makanya harus diberi garis," jelasnya.

Untuk itu, Bamabang meminta KPU segera melakukan revisi surat suara agar tidak menimbulkan masalah. Di akhir aksinya, Bambang nekad memasang famlet kartu suara di papan Graha Solo Raya, meskipun dilarang oleh aparat kepolisian yang melakukan penjagaan.

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Loading...

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners