Rekomendasi

Sosialisasikan Empat Pilar, Rinto Subekti Tekankan Harmonisasi Sosial Kebangsaan

Rabu, 16 Januari 2019 : 17.00
SRAGEN - Anggota MPR/DPR RI Rinto Subekti mengawali lembaran tahun 2019 dengan menggelar sosialisasi empat pilar.

Dalam sosialisasi empat pilar yang di  gelar di rumah makan Djoglo, Sambirejo, Kabupaten Sragen,  Rinto mengatakan, kegiatan sosialisai empat pilar kebangsaan bagian dari upaya memberikan pemahaman tentang ketatanegaraan terhadap masyarakat pasca amandemen UUD 45.

Saat bertemu dengan warga masyarakat hingga tokoh masyarakat dan pengurus desa, Rinto yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah ini melihat bila masyarakat sangat mengaspirasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.

"Saya menilai ternyata apatur di tingkat desa sepertinya perlu mendapatkan informasi tentang aspek ketatanegaraan, politik, pemerintahan, sosial ekonomi dan budaya serta hak azasi manusia (HAM) yang ada dalam UUD 1945," ujar Rinto di Sragen, Rabu (16/1/2019).

Anggota Komisi X DPR ini menilai empat pilar dinilai sangat tepat. Pasalnya tak hanya mensosialisasikan empat pilar semata, namun pihaknya bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

 "Paling penting adalah masyarakat memahami tentang hak-haknya sebagai warga negara," kata dia.

Penegakan hukum terkait pemberantasan korupsi, mendapat perhatian serius dari masyarakat setempat.

Masyarakat melihat ada perbedaan antara teori dan praktek. Menghindari main hakim sendiri maka penegakan hukum harus dilaksanakan sesuai aturan.

"Penegak hukum diharapkan untuk memperbaiki diri membenahi dirinya, membenahi institusi sehingga masyarakat kembali percaya kepada penegak hukum," terangnya.

Rinto pun sangat mengapreasi sikap warga desa yang tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal bangsa dalam hidup bermasyarakat yang beragam dan majemuk.

"Warga desa telah mempraktikkan hidup berdampingan dengan sesama warga secara damai, rukun dan saling menghargai. Kehidupan itulah merupakan praktik terbaik dari nilai-nilai 4 pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Ini harus terus dipelihara dan dilestarikan agar masyarakat kita yang majemuk tetap menjadi satu dalam perbedaan yang indah," jelas Rinto Subekti.

Rinto menjelaskan, dalam hidup berbangsa dan bernegara, 4 pilar tersebut harus menjadi acuan yang pokok.

Terlebih, tiap-tiap daerah memiliki kearifan lokal yang beragam yang semuanya itu memperkaya khasanah dan pandangan anak-anak bangsa.

Kearifan lokal menurutnya adalah penyumbang terbesar dan paling pokok dari lahirnya empat pilar kebangsaan Indonesia.

"Kearifan lokal merupakan kekayaan yang tidak bisa dinilai secara materi. Secara prinsip, keberadaan 4 pilar kebangsaan juga untuk memperkuat dan mengokohkan harmonisasi sosial kebangsaan dalam menghadapi tantangan zaman,"ujarnya.

Apalagi kondisi ini sangat rentan karena menurut Rinto banyak paham-paham yang menyimpang dari idealogis bangsa sehingga para aparatur desa perlu dibekali dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

"Jangan sampai mereka ikut aliran yang tidak sesuai dengan nilai dan norma dalam Pancasila," kata Rinto.

Dikatakannya dengan ikut sosialisasi ini diharapkan bisa memperkuat kembali empat pilar kebangsaan yang mulai pudar dalam kehidupan bermasyarakat.

"Jangan sampai ada potensi konflik baru kita melaksanakan aksi. Sebelum ada potensi konflik, kita cegah," harap Rinto.

Rinto mengatakan sebagai wakil rakyat mereka ditugaskan untuk mensosialisasikan pilar-pilar kebangsaan.

Ini sudah sesuai ketentuan dalam Tata Tertib MPR RI Nomor 1/MPR/2014 tentang peraturan tata tertib MPR yaitu antara lain harus memegang teguh dan melaksanakan Pancasila serta melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dia mengatakan, setiap negara mempunyai pilar dan setiap negara tersebut pasti pilarnya berbeda.

Contohnya Indonesia memiliki empat pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

"Pilar ini bertujuan supaya Negara Indonesia tidak mudah terpecah belah dan runtuh dalam menghadapi berbagai masalah," tegas Rinto.

Selain mendengarkan apa yang disampaikan Rinto, ratusan warga yang hadir itupun ikut berdiskusi secara interaktifi.

Menurutnya, gotong royong sebagai intisari Pancasila harus menjadi nafas berkehidupan dan bermasyarakat.

"Pembangunan desa akan lebih cepat bergerak maju jika warga juga menekankan pentingnya kerukunan antar warga dan membangun spirit gotong royong," ungkap Rinto.

Dia menekankan kepada masyarakat akan pentingnya gotong royong. Ditekankan Rinto, gotong royong bisa membuat pekerjaan di masyarakat menjadi lebih ringan.

"Gotong royong adalah intisari pengamalan pancasila. Dengan gotong rotong semua menjadi ringan dan kebersamaan menjadi spirit perjuangan menuju kemenangan," pungkas Rinto.(Adv)

Jurnalis: Nugi Nugroho
Editor: Santi




Bagikan :

Video: Sandiaga Uno Beri Sorban saat Bertemu Pendukung Jokowi

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners