Rekomendasi

Tabrak Pengendara Sepeda Motor hingga Tewas, Jaksa Tuntut Bos Cat Lima Tahun Penjara

Selasa, 08 Januari 2019 : 16.51
Published by Hariankota
Tabrak Pengendara Sepeda Motor hingga Tewas, Jaksa Tuntut Bos Cat Lima Tahun Penjara (Foto: Iwan Iswanda/hariankota)
SOLO - Tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan negeri Surakarta, menuntut terdakwa Iwan Adranacus (40) bos cat yang menjadi terdakwa dalam kasus kecelakaan yang menwaskan Eko Prasetio beberapa waktu lalu, dituntut selama lima tahun penjara.

Sidang lanjutan yang dipimpin ketua Krisbon Lumbangaol tersebut, digelar di pengadilan Negeri (PN) Surakkarta, Selasa (08/01/2019).

Sebelumnya terdakwa Iwan Adranacus, dalam kasus ini dijerat dengan pasal 338 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Dalam tuntutannya, tim JPU Titiek Maryabi dan Satriawan tersebut, mengatakan, berdasarkan bukti dan keterangan para saksi yang terungkap dalam persidangan, terdakwa Iwan Adranacus, terbukti bersalah dengan menabrak korban (Eko Prasetio, red) hingga meninggal dunia.

“Berdasarkan bukti dan saksi yang terungkap dalam persidanagan, saudara terdakwa Iwan Adranacus terbukti bersalah dengan menabrak Eko Prasetio hingga meninggal dunia," tegas Titiek, salah satu tim JPU di persidangan, Selasa (08/01/2019).

Usai sidang, terdakwa Iwan Adranacus, hanya bisa pasrah menanggapi tuntutuan JPU tersebut. Dia pasrah dan menyerahkkan sepenuhnya keputsan tersebut kepada majelis hakim.

“Saya ikhlas apapun nanti keputusan majelis hakim. Bagi saya, kasus ini menambah persaudaraan. Dengan adanya kasus ini, saya menjadi saudara pak Soeharto (orang tua korban, red). Pak Soeharto sangat ikhlas dan itu sudah cukup bagi saya,” ujarnya usai sidang.

Disisi lain, Kuasa Hukum Iwan Adranacus, Joko Haryadi mengungkapkan, dapat memamahi pernyataan kliennya tersebut. Menurut Joko, tuntutan yang sudah dibacakan di depan persidangan, tidak mungkin lagi bisa ditarik kembali.

"Bukan ikhlas terhadap tuntutan lima tahun penjara. Tapi ikhlas mendengar tuntutan JPU. Kami justru mempertanyakan tuntutan dari JPU. Tuntutan JPU itu didasari atas pengakuan dari tiga saksi yang tidak pernah dihadirkan di persidangan. Itu suatu hal yang aneh bagi kami," tandasnya.

Sidang akan dilanjutkan Kamis (10/01/2019) mendatang dengan agenda pembacaan pledoi dari tim kuasa hukum terdakwa.

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More