Rekomendasi

Tak Terbendung, Massa Tabligh Akbar PA 212 Berdatangan ke Kota Solo

Minggu, 13 Januari 2019 : 11.33
Published by Hariankota
SOLO - Gelombang ummat muslim peserta Tabligh Akbar Persaudaraan Aksi (PA) 212 yang datang dari berbagai daerah di Soloraya menyesaki seputaran bundaran Gladag, Kota Solo, Minggu (13/1/2019).

Tabligh akbar yang juga dihadiri tokoh Muhammadiyah Amien Rais ini, semula dikhawatirkan bakal digagalkan tersebut akhirnya berjalan meski dalam pengawasan ketat aparat polisi yang didatangkan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Massa yang datang tak hanya didominasi orang dewasa laki - laki dan perempuan. Beberapa juga ada yang membawa serta anak - anak sambil tak lupa membawa bendera tauhid.

Ketatnya penjagaan dari polisi tak menyurutkan langkah peserta untuk datang. Hampir disemua akses jalan masuk ke Kota Solo banyak berjaga aparat polisi gabungan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah untuk melakukan sterilisasi pengamanan.

Salah satunya di perempatan lampu merah Tugu Lilin Makamhaji, batas Kota Solo dengan Kabupaten Sukoharjo, puluhan anggota polisi dari Polres Pati terlihat siaga sejak subuh dinihari.

Humas Panitia Tabligh Akbar PA 212 Solo, Endro Sudarsono kepada awak media menyampaikan, sebelum berlangsungnya acara, pihaknya merasakan adanya upaya untuk menggagalkan kegiatan.

"Semula panitia akan memasang panggung untuk tausyiah para pembicara pada Sabtu malam tadi sekitar pukul 22.00 WIB. Namun truk yang membawa panggung tidak diijinkan untuk menurunkan properti mendirikan panggung," kata Endro.

Menurut Endro, pihaknya beranggapan bahwa untuk Tabligh Akbar di Gladak cukup pemberitahuan tertulis kepada Polri dan prosedur inipun sudah dilakukan ke Polsek Pasar Kliwon, Polresta Surakarta, Polda Jateng, Dishubkominfo dan Kesbangpol Solo.

Dikatakan Endro, Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 menjelaskan bahwa, penyampaian pendapat di muka umum dapat dilaksanakan di tempat-tempat umum, kecuali, di lingkungan istana kepresidenan, tempat-tempat ibadah instansi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut, stasiun kereta api, terminal angkutan darat, objek-objek vital nasional serta pada hari besar nasional.

“Artinya bahwa lokasi di barat patung Slamet Riyadi, Gladag bukanlah termasuk dalam zona larangan penyampaian pendapat dimuka umum, dan perda manapun tak boleh bertentangan dengan PP. Dan kami buktikan selama kegiatan juga berjalan tertib tanpa ada kerusuhan seperti yang dikhawatirkan selama ini,” pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners