Rekomendasi

Tim Paslon Capres - Cawapres 01 dan 02 Dapat SP dari Bawaslu, Kenapa?

Kamis, 17 Januari 2019 : 15.56
SUKOHARJO - Setelah melalui kajian mendalam tentang adanya unsur pelanggaran kampanye, akhirnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo melayangkan surat peringatan (SP) kepada tim kampanye Capres - Cawapres baik nomor urut 01 maupun 02.

Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto kepada hariankota.com, Kamis (17/1/2019) menyatakan, surat peringatan yang dikirim ke masing - masing tim kampanye paslon memiliki materi pelanggaran yang berbeda.

Untuk pelanggaran kampanye paslon 01 yakni, kegiatan Relawan Priyayi Solo Pro Jokowi mengajak serta ibunda Presiden Jokowi blusukan ke komunitas penjaja nasi liwet di Desa Duwet, Kecamatan Baki pada, Selasa (15/1/2019) kemarin.

"Kegiatan ini memenuhi unsur pelanggaran administrasi karena melakukan kampanye tanpa izin atau tidak memberitahu dengan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) kampanye," kata Bambang.

Sedangkan SP yang dikirim untuk tim kampanye paslon 02 adalah adanya temuan keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam kunjungan Sandiaga Salahuddin Uno, Cawapres nomor urut 02 di Desa Manang, Kecamatan Baki, Sabtu (12/1/2019) lalu.

"Sebenarnya aturan kampanye sekarang ini sudah longgar. Ketika sudah ada STTP kan bebas, mau membagikan bahan kampanye atau uang transportasi kan sudah diperbolehkan, tapi juga harus memenuhi aturan yang ada," jelas Bambang.

Menurut Bambang, yang menjadi masalah itu, biasanya para relawan masing - masing paslon sering kurang komunikasi dengan tim kampanye daerah bentukan parpol. Mengingat peserta Pemilu itu adalah parpol, maka perlu diketahui relawan itu dalam kendali tim kampanye parpol, baik pusat maupun daerah.

"Contohnya soal pemasangan APK, dari (parpol) peserta pemilu kami yakin pasti sudah tahu regulasinya. Namun biasanya dalam pemasangan APK diserahkan pada pihak ketiga atau bahkan pihak keempat yang kurang dikontrol dimana APK tersebut dipasang. Apakah ditempat yang semestinya atau bukan," katanya.

Bambang menghimbau agar pelanggaran demi pelanggaran tidak terus terjadi, para relawan paslon dan tim kampanye yang sudah terdaftar melakukan koordinasi dengan KPU dan pihak kepolisian.

"Kami sudah melakukan tindakan preventif selama kurang lebih 150 hari dari 23 September 2018 lalu, namun seperti pemasangan APK saja masih saja ada yang salah. Selain itu, tata cara kampanye juga masih banyak pelanggaran," tandasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Bagya Komang

Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners