Rekomendasi

Amien Rais Dampingi Ketua Umum PA 212 Jalani Pemeriksaan di Mapolres Solo

Kamis, 07 Februari 2019 : 13.19
Published by Hariankota
SOLO - Ratusan massa umat muslim yang datang dari berbagai wilayah Soloraya menggelar aksi solidaritas menolak kriminalisasi terhadap Ustad Slamet Ma'arif yang diduga melakukan pelanggaran kampanye saat berorasi dalam acara reuni PA 212 di bundaran Gladag, Solo pada 13 Januari lalu.

Aksi yang digelar di Mapolresta Solo, Kamis (7/2/2019) sekira jam 10.00 WIB ini, sempat diwarnai ketegangan sesaat Slamet Ma'arif akan masuk ke halaman Mapolresta untuk menjalani pemeriksaan.

Beberapa tokoh yang ikut mengantar seperti, Mahendradatta, Amin Rais, Ustad Haikal Hasan dan tokoh lainnya sempat dilarang ikut masuk oleh anggota polisi yang menghadang didepan gerbang.

Selain anggota polisi bersiaga didepan Mapolresta Solo, pantauan hariankota.com, barisan ratusan peserta aksi juga dihalangi pagar barikade berupa gulungan kawat baja melingkar disepanjang jalan depan Mapolresta Solo.

Melalui mimbar sebuah truk yang telah dimodifikasi, masing - masing peserta aksi berorasi mengecam atas diperiksanya Slamet Ma'arif. Mereka menilai, tindakan pemeriksaan itu adalah bentuk kriminalisasi dan berlebihan.

"Banyak kasus - kasus penistaan dan ujaran kebencian yang terjadi, tapi aparat kepolisian tebang pilih dalam penegakan hukumnya. Betul saudara - saudara," seru seorang orator yang disambut teriakan betul, oleh massa aksi.

Tak hanya itu, melalui sebuah himbauan mereka rame - rame mengacungkan dua jari dengan alasan merupakan hak setiap orang, sehingga tidak serta merta bisa dinilai pelanggaran kampanye, sebab mereka mengaku bukan kontestan pemilu atau tim sukses paslon.

Salah satu anggota Team Advokasi Reaksi Cepat (TARC) Kalono saat ditemui disela aksi unjuk rasa mengatakan, dalam kasus ini pihaknya berharap ada kejujuran dalam hukum.

"Yang terjadi saat ini adalah kriminalisasi. Yang namanya kampanye pemilu, itu adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang yang ditunjuk oleh peserta pemilu. Nah, Ustad Slamet Ma'arif ini kan tidak ditunjuk. Dia juga bukan peserta pemilu maupun anggota partai politik manapun. Juga bukan tim sukses," kata Kalono.

Sebagai seorang advokat, Kalono mempertanyakan terkait kewenangan Bawaslu dapat memutus sebuah perkara dugaan pelanggaran kampanye dengan putusan final dan mengikat.

"Ini aneh. jika mengacu pada sistem peradilan di Indonesia, hanya Mahkamah Konstitusi (MK) yang berhak. Ini namanya sudah abuse of power," tandasnya.

Terkait kehadiran Mahendradatta di Mapolresta Solo, Kalono menjelaskan bahwa itu atas permintaan Slamet Ma'arif sendiri yang berangkat bersama dari Jakarta. Sosok yang luas dikenal merupakan salah satu kuasa hukum Abu Bakar Ba’asyir ini, hadir mendampingi Slamet Ma’arif selama pemeriksaan.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Bagya Komang

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More