Rekomendasi

Bawaslu Sukoharjo Temukan Peredaran Tiga Tabloid Mirip Indonesia Barokah

Selasa, 19 Februari 2019 : 16.48
SUKOHARJO - Memasuki tahun 2019 hingga pertengahan Februari ini, Bawaslu Kabupaten Sukoharjo menemukan peredaran 3 jenis tabloid mirip Indonesia Barokah di sejumlah tempat.

Tiga tabloid yang saat ini tengah dilakukan penelusuran tersebut adalah, tabloid Swara Indonesia Raya isinya tentang paslon Capres - Cawapres nomor urut 02, tabloid Kerja Nyata Umat Sejahtera tentang paslon Capres - Cawapres nomor urut 01, dan tabloid Setiadharma berisi ulasan profil Caleg DPR RI dapil Jateng V dari Partai Gerindra.

Kemiripan ketiga tabloid tersebut dengan Indonesia Barokah oleh Komisioner Bawaslu Sukoharjo, bidang Hukum, Data dan Informasi, Muladi Wibowo disebutkan dalam kontek jika merujuk ketentuan dari Dewan Pers. Tiga tabloid tersebut bukan produk jurnalisme dari perusahaan media resmi.

"Jadi tabloid ini bukan produk resmi seperti telah diatur dalam ketentuan Undang - Undang Pers," kata Muladi didampingi Uswatun Mufidah anggota Bawaslu bidang SDM dan Organisasi kepada hariankota.com dan awak media lain saat konferensi pers di kantor Bawaslu setempat, Rabu (19/2/2019).

Setelah diakukan kajian secara mendalam, Bawaslu Sukoharjo menyatakan ketiga tabloid yang telah beredar di beberapa wilayah Sukoharjo tersebut tidak masuk ranah pelanggaran kampanye.

"Dari kajian kami, konten maupun isi daripada tabloid tidak ditemukan adanya unsur pelanggaran kampanye. Isinya sesuatu yang nuansanya mengandung hal yang positif terhadap paslon capres - cawapres 01 dan 02 serta caleg. Jadi bukan black campaign atau kampanye negatif," terangnya.

Namun begitu, Muladi tidak dapat menyatakan bahwa tabloid yang saat ditemukan di beberapa tempat dan diedarkan dalam lingkup terbatas ini termasuk salah satu bahan kampanye.

"Bagi kami, sebetulnya kalau ini dikatakan sebagai bahan kampanye, memang itu mirip. Tetapi tidak bisa dikatakan merupakan bahan kampanye karena bentuk bahan kampanye itu sudah diatur secara resmi dengan PKPU nomor 23 seperti, kalender, stiker, kaos, maupun topi," terangnya.

Ditegaskan Muladi, aturan bahan kampanye dalam PKPU tidak ada yang merujuk pada bentuk tabloid. Kajian Bawaslu, ketiga tabloid yang beredar diduga merupakan siasat partai politik dari kedua kubu paslon maupun caleg melihat celah daripada undang - undang pemilu.

"Nah celah - celah ini memang selalu dimanfaatkan untuk meraih suara. Secara umum, media (tabloid) ini hadir tentu dimaksudkan untuk mempengaruhi pemilih menggunakan hak pilihnya. Karena tidak ada pencantuman nama dan alamat penerbitnya, bisa jadi ini yang membuat adalah relawan sehingga kami kesulitan untuk melakukan klarifikasi pemanggilan," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners