Rekomendasi

Belum Sempat Nikmati Hasil, Penimbun BBM Ini Keburu Digrebek Polisi

Kamis, 07 Februari 2019 : 19.57
SUKOHARJO - Satreskrim Polres Sukoharjo menangkap seorang tersangka penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Dukuh Kragilan RT 01/ RW 06, Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Tersangka pelaku bernama Agus Tenang, (37) ini, diketahui merupakan warga Kampung Bororejo RT 05/ RW 03, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Solo.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi kepada hariankota.com >dan awak media lain dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (7/2/2019) mangatakan, selain menetapkan satu tersangka, pihaknya juga menyita barang bukti solar sebanyak 12.000 liter.

"Solar didapatkan dari hasil penggerebekan pada Jumat (1/2) lalu," kata Kapolres. Diungkapkan Kapolres, terbongkarnya kasus penimbunan BBM bermula dari laporan masyarakat yang disampaikan kepada anggota Polsek Nguter saat melakukan patroli di wilayah tersebut.

"Ada aktivitas yang mencurigakan di gudang milik warga yang disewa tersangka, berupa pemindahan BBM. Merespon laporan tersebut, anggota kemudian mengajak kepala desa setempat sebagai saksi, dan lantas melakukan penggerebekan," kata Kapolres.

Hasilnya, setelah dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati enam buah truk, dimana pada masing - masing truk telah dimodifikasi sedemikian rupa dengan tanki tambahan agar bisa menampung BBM lebih banyak.

Semula dalam penggrebekan, petugas mengamankan tujuh orang yang berada di lokasi, namun dari hasil penyelidikan hanya Agus Tenang (AT) yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Saudara AT (tersangka) ini membeli solar dari sejumlah sopir truk yang membeli solar di SPBU hingga terkumpul 12.000 liter yang ditemukan di lokasi. Rencananya, solar yang terkumpul tersebut akan ditawarkan ke industri,” papar Kapolres.

Solar hasil penimbunan dibeli dari pengepul sebesar Rp 5.300 per liter. Setelah terkumpul AT menjual kembali dengan harga Rp5.700 per liter. Dengan begitu diperoleh keuntungan Rp. 400 per liternya.

“Sebelum digerebek, tersangka mengaku baru satu minggu melakukan aktivitas penimbunan di gudang yang disewanya selama dua tahun,” imbuh Kapolres.

Atas perbuatannya, AT dijerat dengan UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dengan ancaman hukuman enam tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

“Dengan terbongkarnya kasus penimbunan BBM bersubsidi ini penyidik masih melakukan pengembangan di lapangan guna mencari tahu kemungkinan adanya sindikat yang terlibat didalamnya,” pungkas Kapolres.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video: Sandiaga Uno Beri Sorban saat Bertemu Pendukung Jokowi

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners