Rekomendasi

Besarnya Ongkos untuk Menjadi Kepala Desa, Tak Jadi Masalah Bagi Pengejar Kekuasaan

Jumat, 01 Februari 2019 : 23.36
Pemilihan kepala desa secara serentak akan digelar pada tanggal 20 Februari 2019 mendatang di 145 desa di Karanganyar. Pesta demokrasi enam tahunan di tingkat desa ini, Para kontestan, baik incumbent, maupun calon kepala desa yang baru, membutuhkan uang yang cukup besar untuk meraih dukungan dan memenangkan pesta demokrasi di tingkat desa ini.

Menurut beberapa kepala desa dan mantan kepala desa, tanpa modal yang cukup, kemungkinan terpilih sangat kecil. Lantas, berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh masing-masing calon kepala desa untuk memenangkan pertarungan dalam pemilihan kepala desa ini? Berikut laporan wartawan hariankota.com, Iwan Iswanda dari Karanganyar.

KARANGANYAR - demokrasi untuk memilih calon kepala desa di Karanganyar tinggal menghitung hari. Para calon kepala desa, baik incumbent, maupun pendatang baru, mulai kampanye untuk meraih dukungan.

Tentu saja ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari biaya makan para warga yang diundang, serta uang transport, serta biaya tak terduga lainnya.

Sejumlah calon kepala desa, baik incumbent, maupun calon baru yang dihubungi hariankota.com, tidak bersedia mengungkapkan besaran dana yang dipersiapkan dalam pemilihan kepala desa ini.

Harga Satata, salah satu calon kepala desa Jaten, ketika dihubungi hariankota.com, melalui telepon selularnya, Jumat (01/02/2019) mengatakan, tidak mematok biaya yang harus dikeluarkan saat mencalonkan diri sebagai kepala desa. Menurutnya, semua mengalir dan melaksanakan seluruh tahapn pemilihan kepala desa.

“Saya tidak mematok dana yang saya butuhkan. Bagi saya semua biar mengalir seperti air. Saya menjalani dengan Ikhlas dan bijaksana sehingga kita tidak merasa terbebani dan semua kita lakukan dengan senang hati. Semua saya datangi, mulai dari tingkat dusun, RW, RT, kegiatan PKK serta kegiatan karangataruna,” katanya, Jumat (01/02/2019).

Harga Satata yang juga sebagai kontraktor ini, mengungkapkan, salah satu motifasi untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa, adalah pengabdian kepada masyarakat Desa Jaten, memajukan Desa Jaten lebih maju dan sejahtera, serta melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Jaten.

Hal senada dikatakan calon kepala desa incumbent yang kembali mencalonkan diri sebagai kepala desa Jaten, Jangkung Radjio. Menurutnya, dalam pemiihan kepala desa ini, dia masih berharap dari para pendukungnya dalam pemilihan kepala desa enam tahun lalu.

“Saya hanya punya modal sosial dan tidak menyiapkan anggaran yang besar dalam pemilihan kepala desa kali ini,” ujarnya singkat.

Mengenai besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh calon kepala desa ini, tidak ada jawaban yang pasti. Namun dari berbagai sumber yang dihimpun hariankota.com, untuk memenangkan pertarungan di ajang pemilihan kepala desa ini, dibutuhkan biaya antara Rp250 juta sampai Rp500 juta, bahkan lebih.

Seperti yang diungkapkan Haryono, kepala Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, yang terpilih sejak dua tahun lalu.

Menurutnya, meskipun pencalonannya atas permintaan masyarakat, dia harus mengeluarkan sedikitnya Rp250 juta. Biaya tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan selama proses pemilihan kepala desa.

Seperti biaya pertemuan dengan warga di semua tingkatan.Biaya yang dikeluarkan tersebut, menurutnya,masih sedikit jika dibandingkan dengan calon lain. “Kalau biaya tentu saja mas. Kita kan harus menghadiri sejumlah pertemuan dengan warga. Warga juga datang ke rumah, dan itu semua memerlukan biaya,” kata dia.

Sementara itu, salah satu calon kepala desa yang enggan disebutkan namanya, mengaku menyiapkan anggaran lebih dari Rp500 juta untuk bertarung dalam pemilihan kepala desa ini.

Anggaran sebesar itu, akan digunakan untuk berbagai keperluan selama proses pemilihan kepala desa. Mulai dari biaya operasional tim sukses, biaya pertemuan dan persiapan menjelang hari pemungutan suara atau yang biasa disebut dengan serangan fajar.

“Target saya menang meskipun harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Meskipun nantinya tidak akan sebandig dengan penghasilan yang saya peroleh kalau menang menjadi kepala desa,” ungkapnya sambil wanti-wanti namanya tidak disebutkan.

Lalu, bagaimana mereka harus mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan setelah terpilih menjadi kepala desa.

Koordinator Masyarakat handarbeni Karanganyar (Mahaka) Kiswadi Agus, menyatakan, sangat tidak mungkin dengan jabatan enam tahun, kepala desa terpilih bisa mengembalikan biaya yang dikeluarkan selama masa kampanye.

“Penghasilan menjadi kepala desa kan bisa dilihat mas. Dari hasil tanah bengkok berapa, gajinya berapa. Saya justru khawatir, calon kepala desa yang mengeluarkan biaya besar ini, memiliki motifasi tertentu. Untuk itu, masyarakat harus cerdas dalam menggunakan hak pilihnya dan tidak terpengaruh dengan politik uang,” tegas Agus. (bersambung)

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners