Rekomendasi

Bulan Depan, Kota Yogya Bakal Digelontor Dana Besar

Jumat, 01 Februari 2019 : 23.45
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta akan mendapat kucuran dana sebesar Rp 15,8 miliar pada April 2019 nanti. Alokasinya untuk seluruh Kelurahan di Kota Yogya yang terdapat 45 dan satu kelurahan di Kabupaten Kulon Progo.

"Secara teknis, penggunaan dana desa itu masih menunggu petunjuk dari Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri)," kata Anggota MPR sekaligus Anggota Komite IV DPD RI Cholid Mahmud, Jum'at (1/2/2019).

Hal itu disampaikan dalam Sosialisasi MPR di Aula Kantor BMT Mulia, Jln. Tentara Pelajar No. 68 Tegalmulyo, Kepek, Wonosari Gunungkidul, DIY.

Kegiatan yang diikuti pemuda dan tokoh masyarakat di Kecamatan Wonosari dan sekitarnya itu bertema "Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945".

Cholid berharap kucuran dana itu bukan untuk perbaikan infrastruktur. Tapi lebih pada penguatan ekonomi masyarakat perkotaan dengan konsep pemberdayaan dalam implementasi di lapangan.

"Kita berharap dana kelurahan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan masyarakat perkotaan," kata Senator dari DIY ini.

Berdasarkan evaluasi pengelolaan dana desa, selama ini lebih banyak untuk kegiatan pembangunan fisik. Selama ini, anggaran dana desa digunakan untuk pembangunan infrastruktur mencapai 70-80 persen.

"Kita bisa memaklumi, dana desa untuk pembangunan fisik. Tapi kalau di kota, fisiknya kan relatif sudah bagus. Ingat lho, kaum miskin kota itu masih banyak. Itu butuh perhatian," tandasnya.

Untuk itu, Cholid berharap dana kelurahan lebih banyak diprioritaskan untuk pemberdayaan masyarakat. Angka kemiskinan di DIY sampai saat ini juga lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menilik data BPS tahun 2018, angka kemiskinan nasional 9,82 persen. Sedangkan DIY sebesar 12,03 persen. "Angka kemiskinan DIY relatif tinggi, itu bukan berarti mereka dari pedesaan saja, warga perkotaan juga banyak yang belum beruntung secara ekonomi," katanya.

Cholid merinci dana kelurahan sebesar Rp 15,8 miliar tersebut, jika dibagi rata untuk 46 kelurahan, maka setiap kelurahan mendapatkan Rp 343 juta. Jumlah tersebut relatif cukup untuk memaksimalkan pemberdayaan masyarakat perkotaan agar mandiri.

"Kalau dana kelurahan kan tidak untuk honor, karena perangkatnya PNS. Beda dengan dana desa yang alokasinya juga untuk honor perangkat," jelasnya.

Ia optimis jika dana kelurahan itu dipergunakan untuk pembedayaan, maka angka kemiskinan di Kota Yogya menurun. Catatannya, konsep pembedayaan itu harus tepat sasaran sesuai kondisi riel di masyarakat kota.

Terpisah, Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIY Maladi mengatakan, rencananya dana kelurahan cair pada Maret mendatang. Total dana kelurahan untuk 46 kelurahan sebanyak Rp 15,8 miliar.

Pemda DIY menunggu petunjuk teknis dari Kemendagri tentang penggunaan dan pertanggungjawabannya. Petunjuk teknis tersebut menjadi rujukan tindak lanjut Gubernur DIY.

Jurnalis: Prabowo
Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More