Rekomendasi

Dialog Publik Mencari Solusi Kendala Reintegrasi Eks Napiter

Selasa, 19 Februari 2019 : 16.56
SOLO – Hingga kini sebagian dari ratusan eks narapidana kasus terorisme (napiter) yang sudah bebas baik bebas bersyarat maupun bebas murni, menemui kendala saat kembali hidup bermasyarakat.

Hal itu terungkap dalam dialog publik yang digagas oleh Jaringan Lintas Kultural (JLK) Beda Tapi Mesra bertempat di salah satu rumah makan daerah Mangkubumen, Solo, Rabu (19/2/2019).

"Beberapa kendala yang dihadapi eks napiter ini adalah, masalah kepercayaan publik, kesulitan mendapatkan tanda identitas diri berupa Kartu Keluarga (KK) dan KTP. Nah, JLK hadir berusaha ikut memfasilitasi,” kata Sofwan Faisal Sifyan, Ketua JLK kepada hariankota.com.

Dikatakan Sofwan, terhadap temuan ini, JLK telah berkomitmen menyiapkan pendampingan pada eks napiter yang ada di wilayah Soloraya agar mereka bisa reintegrasi atau kembali ke masyarakat dengan nyaman.

"Selain kendala mendapatkan identitas. Lalu tantangan yang terberat adalah masyarakat belum sepenuhnya bisa menerima mereka. Sangat sulit untuk mengembalikan kepercayaan publik bahwa mereka sudah bebas dari paham radikalisme. Mereka ini ingin kembali ke masyarakat menjadi warga negara seutuhnya," terangnya.

Menurut Sofwan, terkait komitmen JLK, saat ini pihaknya tengah mendampingi 30 eks napiter bebas bersyarat yang menetap di wilayah Soloraya. Pendampingan dilakukan diawali dengan pembuatan identitas diri, kemudian dilanjutkan pendampingan ekonomi.

"Sebagian besar eks napiter ini selepas masa tahanan tidak lagi memiliki pekerjaan. Sebelum ditahan sebagian besar mereka adalah pengusaha swasta mandiri, tapi setelah lepas tahanan mereka pengangguran, ini yang harus dibantu, jangan sampai karena tidak ada pekerjaan akan timbul masalah baru lagi,” ujar Faisal.

Sementara, satu dari tiga pembicara dalam dialog publik bertema ‘Mereka Telah Kembali dan Kita Rajut Lagi Persaudaraan Kebangsaan,’ Amir Mahmud Direktur Amir Institute menyampaikan, pemerintah harus memiliki strategi dan program yang seimbang tentang wawasan kebangsaan, baik bagi eks napiter dan juga pada masyarakat.

“Pemerintah harus menyiapkan pengkondisian saat eks napiter mau kembali ke tengah masyarakat. Tidak hanya diberi bekal, khususnya bekal ekonomi dan pemahaman wawasan kebangsaan, tapi juga masyarakat dikondisikan untuk bisa menerima eks napiter,” tandas Amir.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners