Rekomendasi

Digugat Pedagang Sayur, Koperasi Jaya Makmur Mangkir Hadiri Sidang

Senin, 18 Februari 2019 : 20.46
Published by Hariankota
KLATEN - Seorang pedagang sayur pasar tradisional, Sri Handayani warga Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten jadi korban dugaan penggelapan dana nasabah oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jaya Makmur yang hingga kini tak diketahui alamat keberadaannya.

Sebagai salah satu nasabah yang menjadi korban, semula Sri menabung di KSP Jaya Makmur cabang Pasar Gentongan, Kecamatan Kalikotes. Sebagai pedagang kecil, ia telah menabung sebanyak Rp 6,7 juta terdiri, Rp 1,7 juta berbentuk tabungan dan Rp 5 juta dalam bentuk deposito.

"Saya menabung sejak anak saya kelas 1 (satu) sekolah dasar (SD), dan sekarang sudah kelas enam SD. Saat uang tabungan hasil jerih payah dari menyisihkan keuntungan berdagang mau saya ambil, keberadaan KSP Jaya Makmur tidak lagi saya ketahui," kata Sri didampingi suaminya.

Sadar telah menjadi korban penipuan, Sri yang dibantu pengacara dari Perindo, Henry Indraguna akhirnya melayangkan gugatan terhadap KSP Jaya Makmur dengan delik dugaan penggelapan melalui Pengadilan Negeri (PN) Klaten.

Namun dalam sidang perdana, Senin (18/2/2019), Sri dan kuasa hukumnya mengaku kecewa lantaran KSP Jaya Makmur selaku tergugat mangkir dari panggilan sidang. Tak urung sidang yang dipimpin Hakim Ketua Nurjani dan dua hakim anggota ini hanya berlangsung kurang dari 30 menit.

Kepada hariankota.com, Henry Indraguna mengatakan untuk sidang perdana kasus perdata ini agendanya baru pemeriksaan identitas pengacara. Sidang mundur karena tergugat tidak datang serta akan dilakukan pemanggilan kembali.

"Hari ini ternyata tergugat tidak hadir, dan ini sangat kami sayangkan sekali. Seharusnya bisa hadir agar terbuka fakta kebenaran sehingga klien kami tidak merasa dirugikan," ujar Caleg DPR RI dapil Jateng V dari Perindo ini.

Dengan ketidakhadiran tergugat, maka sidang ditunda hingga satu bulan kedepan. Nantinya, dikarenakan keberadaan KSP Jaya Makmur saat ini belum diketahui, maka surat panggilan berikutnya disebutkan Henry akan ditayangkan lewat media massa.

"Kedepan, segala upaya hukum, kami akan lakukan dan upayakan, baik untuk pidana dan perdata. Entah bagaimana caranya, kami akan mencari supaya kedepan tidak ada korban lagi. Dan ini bisa menjadi contoh agar jangan ada lagi koperasi - koperasi yang merugikan masyarakat kecil," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More