Rekomendasi

Duh, Anak Kelas 6 SD Hamil 5 Bulan

Rabu, 20 Februari 2019 : 17.35
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Seorang anak perempuan yatim piatu kelas 6 Sekolah Dasar (SD) berinisial CMA (13) warga Cemani, Grogol, Sukoharjo terpaksa harus kehilangan masa keceriaannya bermain dengan teman sebaya lantaran diketahui hamil sekira 5 bulan.

Kasus yang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo ini bermula saat korban yang selama ini tinggal bersama keluarga angkatnya di daerah Susukan, Kabupaten Semarang, dikembalikan ke rumah neneknya di Desa Manang, kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Seperti dituturkan Wuryani (37) bibi korban kepada hariankota.com, saat ditemui dirumahnya di Desa Manang, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Rabu (20/2/2019).

Sekian lama tidak pernah berjumpa dengan keponakannya, Wuryani setelah dengan seksama memperhatikan mulai curiga melihat kelainan bentuk fisik korban terutama dibagian perut sedikit membuncit.

"Sebelum dibawa periksa ke bidan, waktu itu saya tanya, nduk apa kamu sakit. Ia (korban) hanya menggeleng sambil mengatakan kalau dirinya baik - baik saja," kata Wuryani yang selama ini tinggal bersama nenek korban sambil membuka usaha warung makan.

Didorong rasa khawatir, korban kemudian di bawa ke seorang bidan yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggal neneknya. Dan hasilnya membuat seluruh keluarga tercenggang kaget. Oleh bidan disebutkan CMA telah hamil dengan usia kandungan sekira 5 bulan.

"Awalnya keponakan saya ini, saat ditanya siapa pelakunya yang tega melakukan. Ia hanya diam saja, ia ini tergolong anak pendiam, jarang mau bicara," ungkap Wuryani.

Tak kurang akal untuk mengkorek keterangan, kepada korban kemudian disodorkan pertanyaan yang butuh jawaban untuk hanya mengangguk jika benar, dan menggeleng jika salah.

"Saat disebutkan apakah yang melakukan perbuatan itu adalah ayah angkatnya (inisial JS), ia pun akhirnya mengganguk dengan dibarengi tangis sejadi - jadinya," tutur Wuryani.

Diceritakan Wuryani, korban merupakan bungsu dari dua perempuan bersaudara buah perkawinan almarhum Wijiyanto dengan almarhumah Diyah Rudatin. Kakak korban sendiri usianya 26 tahun kondisinya juga tak kalah menyedihkan. Ia menderita gangguan kejiwaan.

"Ibunya meninggal dunia pada tahun 2016 lalu di Jakarta, sedangkan ayahnya setahun kemudian (2017-Red) menyusul meninggal dunia di Boyolali. sejak saat itu CMA atas wasiat almarhum ayahnya diasuh oleh JS, dan tinggal di Susukan, Kabupaten Semarang," ungkap Wuryani.

Atas kondisi tersebut Pemkab Sukoharjo melalui Camat Grogol, Bagas Windaryatno yang datang menenggok kondisi korban dirumah neneknya menyatakan, akan membantu sepenuhnya terkait proses pemulihan psikologis anak dan menanggung seluruh kebutuhan kesehatan hingga persalinannya nanti.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu korban, dalam hal ini pendampingan selama kehamilan hingga saatnya nanti persalinan. Tadi saya sudah ngobrol, dan alhamdulillah ia sudah baik, sudah lebih merasa nyaman berkomunikasi, kata Camat Grogol.

Menyinggung proses hukum terhadap pelaku yang telah menghamili korban, Bagas mengatakan, sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dapat memproses sesuai hukum yang berlaku.

"Kami fokus kepada pemulihan kondisi korban agar jangan sampai mengalami trauma. Apapun ia (korban) adalah warga kami sehingga sudah selayaknya kami bantu. Nanti yang akan menangani dari Dinas Pengendalian Penduduk, KB,dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A)," terangnya.

Sementara, saat ini oleh pihak kepolisian dari Polres Sukoharjo seperti dikatakan Kapolsek Grogol AKP Didik Noertjahjo sudah berkoordinasi dengan Polres Semarang guna menindaklanjuti pengakuan dari korban untuk segera menangkap JS.

"Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Semarang dan sudah ditindak lanjuti, karena dari pengakuan korban peristiwanya terjadi di wilayah Kabupaten Semarang," pungkas Didik.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More