Rekomendasi

Gunung Agung Erupsi Saat Pemilu, KPPS Punya Hak Hentikan Pencoblosan

Jumat, 15 Februari 2019 : 07.17
KARANGASEM - Sejumlah skenario telah diambil menyusul status Gunung Agung yang masih di level III, saat pencoblosan pemilihan umum nanti. Ketua KPU Bali, Dewa Gede Agung Lidartawan, mengatakan, bila terjadi erupsi besar ketika Pemilu berlangsung, skenario itupun langsung diterapkan.

"Saat ini kita hanya memerlukan data penduduk di zona dengan radius bahaya 6 km,” ujar Lidartawan usai rapat koordinasi di Karangasem, Bali. Dalam rapat koordinasi itu selain dihadiri Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan dan anggota Komisioner AA Nakula.

Hadir juga Kepala Pelaksana BPBD Bali Made Rentin, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa, Ketua KPU Karangasem Gede Krisna Adi Widana dan jajaranya serta Ketua Pasebaya Agung dan sekretarisnya I Gede Pawwana dan I Wayan Suara Arsana beserta sejumlah relawan.

Skenario awal, ungkap Lidartawan, bila warga yang pada radius itu terdampak, maka segera dilakukan pergeseran dan KPU sendiri juga akan menyesuaikan. Termasuk juga pemidahan TPS. Dimana bila TPS dipidahkan, maka lokasi TPS harus representatif.

KPU daerah juga tetap menyiapkan blangko A5 atau blangko pindah pemilih. Ini dilakukan untuk pengungsi mandiri yang pindah atau mengungsi ke kerabatnya. “Bila warga mengungsi bersama-sama bisa dilakukan pergeseran dengan pemindahan TPS,” katanya.

Pejabat asal Bangli itu menjelaskan, kalau bila saat pencoblosan Gunung Agung erupsi besar dan warga di radius bahaya terdampak, maka pencoblosan bisa dihentikan. Dimana, hak yang bisa menghentikan pencoblosan itu berada di tangan Ketua KPPS di TPS setempat.

“Yang bisa menghentikan dan melanjutkan kembali pencoblosan adalah Ketua KPPS setempat. Nantinya akan dibahas secara detailnya seperti apa. KPU sendiri juga akan datang ke 28 Desa terdampak di lereng Gunung Agung,” tandas Lidartawan.

Kalak BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa menjelaskan kalau PBPD Karangasem sudah punya sistem yang akan diambil jika terjadi erupsi.

Yakni dengan menggunakan sistem pengungsian berbasis banjar. Dimana warga dipindahkan dari banjar satu ke banjar lainya yang lebih aman. Dengan demikian akan gampang melakukan pendataan. Termasuk juga soal TPS dan data pemilih di TPS tersebut.

Jurnalis: Ida Bagus Prasetyo
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners