Rekomendasi

Heboh Berita Rumah Janda Miskin Tak Layak Huni, Begini Tanggapan Pemkab Sukoharjo

Senin, 04 Februari 2019 : 16.34
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Merespon pemberitaan tentang sebuah rumah tak layak huni di Dukuh Wonosari RT 02 / RW 06 Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto,yang dihuni warga miskin, janda beranak dua.

Pemkab Sukoharjo mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak sepenuhnya benar. "Terkait pemberitaan warga miskin atas nama ibu Suwarti dari Desa Mranggen, perlu kami jelaskan bahwa yang bersangkutan ini masuk dalam data base terpadu kemiskinan," terang Sekda Kabupaten Sukoharjo, Agus Santosa kepada hariankota.com di kantornya, Senin (4/2/3019).

Dengan telah tercatatnya keluarga Suwarti dalam data base kemiskinan maka konsekuensinya mendapat bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH), dimana besaran nilainya per tahun telah diatur untuk masing - masing jiwa.

Termasuk menyangkut biaya anak sekolah, dikatakan Agus juga sudah dicukupi oleh program tersebut.

"Kemudian yang bersangkutan juga menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Jadi, mengkait dengan pemeliharaan kesehatan dijamin oleh pemerintah. Sedangkan menyangkut kehidupan sehari - hari, ia (Suwarti) juga penerima bantuan pangan non tunai yang rutin diberikan dengan nilai Rp 110 ribu /KK/bulan," kata Agus.

Dengan penyampaian ini, Agus ingin menegaskan bahwa berita tentang Suwarti dan anaknya selama ini disebutkan hidup dari belas kasih tetangga, sepenuhnya tidak benar.

"Ya kami (atas berita itu) menyampaikan terima kasih. Tapi itu tidak betul. Dalam hal ini, sudah banyak yang dilakukan pemerintah. Paling tidak keluarga Suwarti sudah menerima program - program itu," tegasnya.

Menyinggung soal perbaikan rumah tinggal Suwarti, Agus mengatakan bahwa persoalan itu sudah ada kesepakatan dengan pemerintah desa difasilitasi Dinas Sosial. Rumah tak layak huni tersebut dalam waktu dekat akan direhab.

"Besuk tanggal 17 (Februari) ini akan direhab atau direnovasi. Prinsip rehab rumah adalah layak untuk tempat tinggal sekaligus pembuatan tempat mandi,cuci dan kakus (MCK) yang terintegrasi," tandasnya.

Perlu diketahui, sejak kondisi rumah Suwarti di kabarkan melalui media massa pada Sabtu (2/2/2019) lalu, beberapa pihak terketuk memberi bantuan dengan langsung datang ke rumah Suwarti.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More