Rekomendasi

Hidupnya Susah, Sukap Jiman Berharap Mendapat Hak Cipta Atas Lagu Lingsir Wengi

Jumat, 08 Februari 2019 : 19.47
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Sukap Jiman (83) warga Dukuh Kebon Baru RT 02 / RW 09 Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura yang menyatakan diri merupakan pencipta lagu (tembang) Jawa berjudul Lingsir Wengi berharap di usianya yang sudah senja ini dapat memiliki hak cipta serta memperoleh royalti atas karyanya tersebut.

Dengan kondisi yang tak lagi bisa berjalan, Sukap kini hidupnya bergantung kepada penghasilan mengamen anak perempuannya di Jogyakarta. Sedangkan menantu laki - lakinya kondisnya tak jauh berbeda juga diam di rumah lantaran terkena penyakit stroke.

Dikamar pengap minim ventilasi udara, Sukap bersama anak dan cucu tinggal disebuah rumah sangat sederhana, jauh dari sebutan layak.

Sebagai pencipta lagu yang disebut - sebut mirip karya Sunan Kalijaga, Sukap mengatakan bahwa tembang ciptaannya berbeda dengan tembang Sunan Kalijaga yang disebutnya bergenre horror.

"Kalau tembang Lingsir Wengi Sunan Kalijaga itu horror. Sedangkan ciptaan saya, sama sekali berbeda. Ini tentang percintaan (laki - laki dan perempuan) atau perselingkuhan," kata Sukap saat dikunjungi Caleg DPR RI dapil V Jateng Henry Indraguna dari Perindo, Jum'at (7/2/2019).

Ditemui dikamar pengapnya, Sukap mengungkapkan, lagu Lingsir Wengi diciptakannya pada tahun 1995. Ketika itu ia berumur 60 tahun. Disebutkannya, Lingsir Wengi tercipta saat dirinya jatuh cinta terhadap seseorang.

"Semua lagu yang saya ciptakan pasti ada sejarahnya dan saya masih ingat lirik lagu-lagu yang saya ciptakan beserta kisahnya," ujarnya. Mengingat sekarang kondisinya sakit-sakitan dan tak memiliki biaya, Sukap pun menyerah memperjuangkan haknya untuk diakui sebagai pencipta lagu Lingsir Wengi.

Meski diakui sebelumnya ia pernah bersumpah akan mengurus hak cipta lagu itu sampai Jakarta.

Bagi masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur tentu sudah tidak asing lagi dengan alunan tembang jawa berjudul Lingsir Wengi yang merupakan salah satu dari 11 pakem (nada asli) berupa durmo macapat ini.

Mitos yang berkembang, Lingsir Wengi adalah lagu pemanggil makhluk halus. Oleh karenanya, dilarang dinyanyikan pada waktu tertentu sebab dipercaya akan mengundang kedatangan kuntilanak.

Hal itu seperti digambarkan dalam film horror nasional produksi tahun 2000an. Padahal jika dilihat dari sejarahnya, tembang ini begitu baik dan patut untuk di lestarikan.

Melihat kondisi Sukap tersebut, Henry yang juga seorang advokat ini terpanggil untuk membantu Sukap mengurus legalitas pengakuan atas hak cipta dari lagu Lingsir Wengi. Dimana lagu ini sudah banyak dipopulerkan dengan berbagai versi, mulai langgam hingga keroncong.

"Saya melihat keadaan kondisinya memang sangat mengenaskan. Ia seorang seniman yang begitu tenar ditahunnya, namun sekarang di usia senja hidupnya susah. Apalagi lagu - lagunya itu hak ciptanya juga belum terurus karena keterbatasan pengetahuan," kata Henry.

Kepada hariankota.com, Henry mengatakan, demi kemanusiaan ia akan membantu mengurus hak cipta lagu - lagu karya Sukap Jiman, terutama Lingsir Wengi. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kepedulian untuk ikut serta membantu.

"Kepada sahabat - sahabat saya di Indonesia ataupun di dapil V Jawa Tengah, khususnya di Sukoharjo untuk ikut membantu seniman yang pernah berjaya ditahunnya tapi sekarang hidupnya penuh dengan kesengsaraan seperti Mbah Sukap ini. Rumahnya tidak layak dan hidupnya bergantung pada anaknya yang menjadi seorang pengamen," imbau Henry.

Untuk membuktikan keseriusannya, dalam waktu dekat Henry akan menurunkan tim advokasinya ke rumah Sukap Jiman guna mengumpulkan data - data dan bukti pendukung sebagai syarat mengurus hak cipta di Jakarta.

"Minggu depan nanti akan saya kirim tim saya untuk membantu melengkapi semua dokumen, dan fakta buktinya. Setelah itu akan kami masukkan sesuai prosedur yang betul. Mudah - mudahan satu bulan sudah ada jawaban hasilnya," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Bagya Komang

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners