Rekomendasi

Ini Rangkuman Debat Calon Presiden Redaksi Hariankota.com

Senin, 18 Februari 2019 : 09.10
JAKARTA - Debat Calon Presiden putaran kedua yang digelar di ballroom hotel Sultan, jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat telah selesai digelar, Senin 17 Februari 2019 malam.

Kedua Calon Presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto telah menyampaikan visi dan misi serta kebijakan yang akan mereka lakukan bila diberi amanat memimpin Republik Indonesia.

Redaksi hariankota.com merangkum jalannya debat dan kembali menyajikan untuk para pembaca. Rangkuman ini sengaja dilakukan redaksi hariankota.com, agar masyarakat Indonesia yang semalam tak sempat menyaksikan jalannya debat bisa mengetahui kembali apa yang di sampaikan kedua putra terbaik di Republik ini.

Tema debat kedua yang diangkat di putaran kedua ini yaitu Infrastruktur, Energi, Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. Sebelum memulai, kedua calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto menyampaikan visi dan misi Capres.

Penyampaian visi misi pertama disampaikan Prabowo. Prabowo menyampaikan visi:

Kami punya visi bahwa dibidang-bidang inilah jika mau menjadi negara berhasil kita harus sungguh sungguh membangun kemandirian. Kita harus swasembada pangan, energi dan air agar kita bisa survive sebagai suatu bangsa. Suatu negara dikatakan berhasil kalau bisa memenuhi pangan, energi dan air untuk rakyatnya. Kalau kami mendapat mandat dari rakyat, kami akan menjamin pangan yang terjangkau bagi rakyat Indonesia. Dan kami menjamin nelayan harus mendapat pengahasilan yang memadai. Kami akan turunkan harga listrik, makanan pkiko dan kami akan menyiapkan pupuk untuk petani. Kami yakin Indonesia bisa berdiri dibawah kaki sendiri. Kami hargai apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi terkait insfrastruktur, tetapi kami menawarkan strategi yang lebih cepat untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Usai Prabowo Subianto, calon presiden nomer urut 01 Joko Widodo menyampaikan visi dan misi antara lain:

Visi kami adalah Indonesia maju. Dibidang energi, ke depan kami akan mengurangi energi fosil, sehingga pemakaian biodiesel akan kita kerjakan. Kemudian di bidang infrastruktur, kami sudah gelontorkan dana desa. Sudah 191 ribu kilometer jalan yang bermanfaat bagi petani. Lebih dari 8000 unit irigasi di desa. Kita ingin stabilitas harga harus terus kita jaga. Di bidang lingkungan hidup, kita ingin kebakaran hutan dan kebakaran lahan gambut tidak terjadi lagi dan kita sudah atasi. Kita juga ingin mengurangi sampah plastik.

Setelah penyampaian visi dan misi, debat pun di mulai dengan Pendalaman Pertanyaan tentang Rendahnya konektifitas jalan, dan efeisiensi layanan pelabuhan yang berpengaruh pada sistem logistik. Bagaimana strategi mengatasi masalah-masalah tersebut?

Dari pendalaman materi itu, calon presiden nomer urut 01 Joko Widodo menjawab; 

Dalam empat tahun ini sudah banyak yang dibangun, seperti pelabuhan dan airport, dan ini yang akan terus kita bangun agar konektifitas antar pulau, provinsi dan kabu[paten kota dapat terjadi dengan baik, sehingga mobilitas semakin cepat. Daya saing tanpa membangun ini, lupakan. Sehingga saya konsisten agar konektifitas ini dapat tersambung. Juga hal-hal yang berkaitan dengan digitalisasi. Kita telah bangun yang namanya Palapa Ring dengan kecepatan yang tinggi. Inilah pentingnya infrastruktur selain pembangunan sumber daya manusia.

Hal itu mendapatkan tanggapan dari calon presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto: 

Saya menghargai niat Pak Jokowi dalam memimpin pembangunen infrastruktur. Tetapi kemungkinan besar tim Pak Jokowi bekerja kurang efisien. Banyak infrastruktur yang dikerjakan grasa grusu, tanpa visibility study yang benar. Ini yang jadi masalah. Infrastruktur harusnya untuk rakyat. Sebagai contoh LRT di pamelbang dan macam-macam.

Kemudian itupun ditanggapi kembali oleh Joko Widodo;

Kalau tadi disampaikan tanpa visibility studies ini tidak benar, karena ini sudah direncanakan lama. Kalau disebutkan LRT Palembang, semua butuh waktu. Memindahkan budaya dari orang yang suka mengenadarai mobil sendiri beralih ke transportasi umum, butuh waktu. Mengenai Kertajati, ini tinggal menyambung jalan tol Bandung – Kertajati.

Setelah keduanya saling menanggapi, pertanyaan kedua pun kembali ditanyakan pada keduanya yaitu; Pembangunan infrastruktur masih mengandalkan swasta, kurang peran serta masyarakat. Hal ini ditandai dengan konflik agraria. Apa strategi dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur yang inklusif dan tidak meninggalkan kelompok marjinal.

Pertanyaan itu dijawab oleh Prabowo Subianto; 

Infrastruktur harus untuk rakyat. Oleh karena itu sangat penting untuk mengikutsertakan masyarakat yang terkena dampak pembangunan infrastruktur tersebut. Kita juga harus menghitung dampak dari pembangunan infrastruktur. Bagaimanapun kita harus mencadangkan gantirugi untuk masyarakat yang tanahnya diambil. Bagaimanapun membayar hutang-hutang merupakan beban ekonomi kita.

Dan capres nomer urut 01 Joko Widodo pun menanggapi jawaban dari Prabowo Subianto; 

Kalau pembangunan infrastruktur untuk rakyat, tadi sudah kami sampaikan, bahwa pembangunan 191 ribu kilometer jalan, itu untuk rakyat. Dalam empat setengah tahun belum ada konflik agraria, karena yang ada bukan ganti rugi tetapi ganti untung. Porsi pembebasan lahan ada porsi yang lebih besar sehingga tidak terjadi konflik.

Dan Prabowo Subianto pun kembali menanggapi;

Kalau kita bandingkan dengan indeks perkilometer infrastruktur di vietnam, thailand, malaysia, semua dua kali lebih efisien dan lebih murah dari pada di Jakarta. Kita harus melihat bahwa infrastruktur itu harus menambah kekuatan ekonomi kita.

Pertanyaan selanjutnya menyangkut revolusi industri 4.0 yaitu; 
Kita memasuki revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan berkembangnya internet yang berdampak pada sosial budaya. Apa strategi di bidang pertanian dan peternakan?

Pertanyaan dari sang moderator dijawab oleh Joko Widodo; 

Saya meyakini dengan penguatan pembangunan SDM, kita akan bisa mempersiapkan bangsa kita menuju revolusi industri 4.0. Petani perlu dikenalkan dengan market place sehingga mereka bisa berjualan melalui online. Begitu pula dengan usaha-usaha kecil atau mikro. Sehingga pembangunan online diperlukan dengan cepat, untuk menyongsong revolusi industri 4.0.

Dan jawaban Joko Widodo itu pun mendapatkan tanggapan dari Prabowo Subianto;

Kita bicara insustri 4.0, tapi kita masih belum bisa membela petani kita sendiri. Kita belum bisa menjamin harga-harga yang terjangkau bagi petani kita.

Dan dijawab langsung secara singkat oleh Joko Widodo;

Saya meyakini kita akan melalui revolusi industri 4.0 dengan optimis.

Pertanyaan selanjutnya ditanyakan pada kedua calon presiden tentang sawit.

Sawit merupakan komoditas strategis karena memberikan sumbangan terbesar dan menjadi sumber energi alternatif, namun sistem perkebunan sawit dan pengelolaannya masih menimbulkan masalah. Bagaimana strategi agar biodisel 20 % tercapai?

Dan itu di Jawaban oleh Prabowo Subianto;

PIR harus kita rubah, kita harus lebih berani seperti Malaysia sehingga rakyat lebih memiliki hak atas pekerjaannya. Setiap usaha ke arah kemandirian di bidang energi kita sambut baik. Tapi kita perlu koreksi ketika ada yang salah. Strategi kami akan menggenjot tidak hanya kelapa sawit, sehingga tidak hanya impor.

Kemudian Pertanyaan tema sumber daya alam dan lingkungan hidup. Pencemaran lingkungan dari industri rumah tangga, mengancam hilangnya hak atas lingkungan yang baik dan sehat. Apa langkah strategis untuk mengatasi pencemaran lingkungan?

Jawaban Prabowo Subianto;

Memang benar lingkungan hidup menyangkut masa depamn anak dan cucu kita. Apabila saya diberikan mandat, saya akan menegakkan hukum, terhadap perusahaan yang tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan. Di banyak tempat selama puluhan tahun, perusahaan besar justru melanggar, dan tidak membersihkan limbah, kongkalikong dengan pejabat-pejabat. Saya akan membuat pemerintahan yang bersih dan tidak melakukan kong kalikong dengan perusahaan yang melakukan pencemaran limbah. Kementerian kehutanan tidak dijadikan satu dengan lingkungan hidup. Saya akan pisahkan. Ijin juga akan kita perketat, amdal harus lebih ketat.

Tanggapan Joko Widodo;

Sudah ada 11 perusahaan yang diberikan sanksi sebesar 18 trilyun. Kita juga mengerjakan Citarum Harum, dan kita harapkan ini akan menjadi contoh perbaikan lingkungan yang baik.

Tanggapan Prabowo;

 Saya menghargai jika ada tindakan yang benar-benar menjalankan fungsi pemerintahan, karena masalah lingkungan hidup adalah masalah kita bersama. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pelanggaran lingkungan hidup masih merupakan PR bagi kita semua.

Pertanyaan selanjutnya: Bagaimana komitmen menjalankan reforma agraria?

Jawaban Joko Widodo;

Dalam dua tahun ini kita telah membagikan konsesi bagi masyarakat adat, hak ulayat, petani dan nelayan, sebesar 2,6 juta hektar dari 12,7 yang kita siapkan. Kita juga mendampingi mereka agar tanah-tanah yang sudah kita berikan menjadi produktif. Artinya tidak hanya memberikan konsesi lahan, tetapi juga mendampingi agar tanah-tanah tersebut produktif. Kita juga telah membagikan 5 juta sertipikat, agar mereka memiliki hak hukum atas tanah yang mereka miliki. Dengan sertipikat ini bisa digunakan untuk jaminan ke bank. Inilah pentingnya redistribusi aset reforma agraria yang akan terus kita kerjakan.

Tanggapan Prabowo;

Yang dilakukan Pak Jokowi menarik dan populer untuk satu atau dua generasi. Tetapi tanah tidak tambah sementara bangsa Indonesia bertambah terus. Pada saatnya kita tidak punya lagi lahan untuk dibagi, bagaimana nasib anak cucu kita ke depan? Strategi kami adalah Pasal 33 UUD 1945.

Tanggapan Joko Widodo;
Pembagian yang tadi saya sampaikan, itu memang agar produktif.

Segmen III tentang Debat eksploratif.
Tayangan video I. Pertanyaan : Terdapat 8 juta hektar lubang tambang tanpa ijin. Bagaimana langkah konkrit mengatasi masalah sosial yang ditimbulkan lubang bekas tambang tersebut?

Jawaban Prabowo Subianto;

Inilah persoalan yang kita terima, dimana seolah-olah negara telah dikooptasi oleh perusahaan perusahaan swasta. Ini kolusi pejabat pemerintah dengan erusahaan swasta besar. Sehingga jika perusahaan swasta meninggalkan masalah, dia tidak akan ditindak. Kita hargai jika Pemerintah memang sudah mengejar. Situasi yang dibutuhkan sekarang adalah suatu pemerintah yang tegas dan berani untuk menindak, tetapi kita juga tahu bahwa perusahaan-perusahaan itu tidak ada di Indonesia. Tetapi mungkin ini bisa dikejar melalui saluran internasional, interpol dan saluran lainnya. Kalau saya memimpin saya akan fokus mencari jalan keluar.

Tanggapan Jokowi;

Sejak 2015 pemerintah telah bekerja sama dengan KPK dalam gerakan penyelamatan sumber daya alam. Disamping penegakan hukum, kita juga telah mengerjalan banyak hal. DI tambang Bukit Asam, hampir sebagian besar yang ditambang sudah dihutankan kembali.

Tanggapan Prabowo;

Kita hargai semua usaha Pemerintah, tetapi ada perusahaan multinasional yang merasa di atas hukum, dia bisa berbuat seenaknya, kita alami di beberapa tempat. Kita harus lebih galak lagi mengejar pelanggar pencemaran lingkungan hidup yang tidak mentaati ketentuan-ketentuan.

Tanggapan Jokowi;

Ada juga yang lubang tambang diubah menjadi tempat wisata. Saya meyakini satu persatu bisa diselesaikan. Bukan pekerjaan mudah tetapi itu bisa dikerjakan oleh Kementerian, oleh provinsi maupun oleh kabupaten kota.

Tayangan video II. Pertanyaan : Bagaimana arah dan road map dalam mengelola sumber daya maritim?

Jawaban Jokowi;

Selain ikan, kita juga memiliki sumber daya yaitu offshore. Kita memiliki ladang-ladang minyak yang belum tereksplorasi. Kita akan mendorong pemanfaatan ladang minyak. Kita juga perlu benahi perbaikan infrastruktur pelabuhan. Konektifitas antar pelabuhan harus secara konsisten kita selesaikan sehingga laut memberikan kemakmuran kepada bangsa dan negara.

Tanggapan Prabowo;

Yang menjadi masalah adalah nelayan-nelayan ini tidak punya akses terhadap teknologi dan modal. Kalau strategi kami, negara hadir. Kami akan membuat BUMN-BUMN khusus dibidang laut dan perikanan, mengorganisir nelayan, diberi akses modal dan diberi prasarana dan pengalengan dan sebagainya. Kita ingin mengendalikan tetapi juga memberdayakan nelayan miskin.

Tanggapan Jokowi;

Mengenai perijinan, untuk nelayan kecil yang memiliki bobot 10 gt ke bawah tidak perlu ijin lagi. 30 gt ke atas yang perlu ijin. Sehingga kita harapkan denga semakin cepatnya perijinan mereka bisa mendapatkan ikan lebih banyak lagi. Kita juga ada bank mikro keuangan.

Tanggapan Prabowo;

Ini hasil laporan keliling saya, masih ada nelayan kecil yang menghadapi masalah. Mungkin yang dilaporkan ke Pak Jokowi yang bagus-bagus.

Tanggapan Jokowi;

Ini tugasnya pemimpin agar yang tidak bagus menjadi bagus. Saya hampir setiap bulan bertemu nelayan. Saya berdua dengan supir memastikan sendiri kondisi nelayan di Tambak Lorok Semarang. Saya ingin masalah-masalah ini langsung ke telinga saya agar saya bisa mengatasi. Kalau memang ada hal-hal yang kurang, itulah sebuah proses koreksi. Kita manusia biasa. Ada yang sudah dikerjakan dan ada yang belum dikerjakan karena ini sebuah negara besar yang harus dibangun bersama-sama.

Tanggapan Prabowo;

Bagi kami adalah masalah trategi yang berbeda. Kami prihatin di era Pak Jokowi, pelabuhan-pelabuhan operasionalnya diserahkan kepada asing, bagi kami ini kurang tepat. Kondisi maritim sangat penting.

Segmen IV Debat inspiratif. Capres saling bertanya dan saling menanggapi.

Pertanyaan Prabowo;

Ketika Pak Jokowi menjabat sebagai Presiden, menyampaikan bahwa tidak akan impor komoditas pangan. Ternyata selama empat tahun memimpin banyak sekali mengimpor. Ini sangat memukul kehidupan petani-petani kita. Petani tebu panen, tetapi jutaan ton gula impor masuk Indonesia.

Jawaban Jokowi;

Tadi sudah saya sampaikan bahwa di tahun 2014, kita impor jagung 3,5 juta ton. Di bidang beras, sejak 2014 sampai sekarang impor beras kita turun. Produksi beras kita 2018 kemarin 33 juta ton. Konsumsi kita 29 juta ton, sehingga ada surplus 3 juta ton. Kita juga harus punya cadangan untuk bencana, untuk gagal panen. Tanpa itu, berat.

Tanggapan Prabowo :

Ini jawaban yang selalu kita dengar. Masalahnya adalah strategi. Kita ingin berdayakan produsen senduru. Kalau kita sudah kelebihan stok, kenapa kita harus impor? Apakah tidak lebih baik devisa itu dihemat dan buka lahan baru, kita bantu benih, kita bantu pupuk. Kami berpegang pada ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Pasal 33 UUD 1945 ini adalah sebagai pengaman. Jadi mungkin Menteri Perdagangan pak Jokowi tidak mengatakan kalau boleh impor. Ini harus di cek, karena ini menjadi masalah yang mendasar.

Tanggapan Jokowi;

Memang yang paling sulit adalah menjaga stabilitas harga. Keseimbangan harga terus kita jaga. Petani untung, tetapi masyarakat juga terjaga daya belinya. Kita juga memiliki strategi besar yaitu membangun bendungan sebanyak-banyaknya, agar di semua provinsi yang memiliki peluang menaikkan produktifitasnya, betuk-betul ada airnya. Tanpa air tidak mungkin bisa menanam apa-apa.

Pertanyaan Jokowi;
 
Infrastruktur apa yang akan dibangun untuk mendukung pengembangan unicorn-unicorn di Indonesia?

Jawaban Prabowo;

Saya akan dukung segala upaya untuk memperlancar. Mereka juga mengalami kesulitan dalam arti mereka merasa ada tambahan regulasi dalam perdagangan online. Saya menyambut baik dinamika perkembangan bisnis seperti ini, dan ini membuka peluang yang luar biasa.

Tanggapan Jokowi;

Kita ingin ada tambahan unicorn di Indonesia. Kita sudah menyiapna 1000 start up baru, agar mereka bisa memiliki akses untuk mengembangkan bisnis ke negara-negara lain. Kemudian juga sistem 4G akan kita teruskan. Sampai akhir tahun ini semua kabupaten kota di tanah air akan tersambung.

Tanggapan Prabowo;

Kita tahu derap kecepatan dinamika perkembangan internet, telekomunikasi sangat pesat. Saya mendukung semua upaya mengambil posisi terdepan. Tetapi hal-hal mendasar dalam perekonomian Indonesia adalah bahwa terjadi suatu disparitas, segelintir orang menguasai lebih dari setengah perekonomian bangsa. Kalau kita tidak hati hati dengan antusiasme dengan internet, dikhawatirkan ini bisa mempercepat arus larinya uang ke luar negeri.

Segmen V Pernyataan Pamungkas Capres.

Penyampaian Jokowi;

Mengelola negara sebesar Indonesia tidak mudah. Sangat beruntung sekali saya memiliki pengalaman mengelola kota sebagai walikota dan gubernur. Butuh ketegasan dan keberanian untuk membuat kebijakan di negara ini. Kita ingin negara ini semakin baik. Dan saya akan pergunakan seluruh tenaga dan kewenangan yang saya miliki untuk memperbaiki negara ini. Tidak ada yang saya takuti untuk kepentingan rakyat dan untuk kepentingan bangsa.

Penyampaian Prabowo;

Kita melihat itikad baik dan bagaimanapun Pak Jokowi punya hasil-hasil yang dicapai. Hanya kami punya strategi yang lain, kami berpegang kepada falsafah keadilan yang akan menghasilkan kemakmuran. Kami berpandangan bahwa negara harus hadir untuk memperbaiki ketimpangan dalam kekayaan. Kita harus menjaga kekayaan kita supaya tidak lari ke luar negeri. Karena itu instrumen kita adalah pasal 33 UUD 1945. Itu yang kami tegaskan. Soal tanah yang saya kuasai itu memang benar tetapi itu hanya HGU, milik negara yang setiap saat bisa diambil oleh negara. Tetapi daripada jatuh ke tangan asing lebih baik saya yang kelola.

Tim hariankota.com
Genta Wahyu, Ferdinan, Irawan, Jumali

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners