Rekomendasi

Kasus Ketua PA 212 Ditutup, TARC: Pelapor Slamet Ma'arif Dasarnya Sentimen

Selasa, 26 Februari 2019 : 17.41
SOLO - Ditutupnya penyidikan terhadap kasus Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif atas dugaan pelanggaran kampanye oleh Polisi, dinilai Tim Aksi Reaksi Cepat (TARC), membuktikan pelaporannya hanya mendasarkan pada rasa sentimen.

"Pelapornya yaitu, Her Suprabu yang notabene Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Ma'ruf dapat disimpulkan melakukan pelaporan hanya mendasarkan pada rasa sentimentil terhadap lawan politik," kata Muhammad Taufiq, Ketua TARC Soloraya kepada hariankota.com dan awak media lain di Roemah Djoeang, Laweyan, Solo, Selasa (26/2/2019).

Menurut Taufiq, pelaporan Slamet Ma'arif ke Bawaslu lantaran orasinya dalam acara Tabligh Akbar di Solo beberapa waktu lalu dianggap mengkampeyekan figur salah satu Capres sangat tidak berdasar pada hukum.

"Dan pelapor juga sempat menyampaikan informasi pelaporan Ustad Slamet Ma'arif pada acara - acara seminar di depan pendukung paslon Capres - Cawapres nomor urut 01. Hal ini jika tidak dihentikan dan dikendalikan akan berbahaya kedepannya," ujar Taufiq.

Dampaknya, lanjut Taufiq akan terjadi salah pemahaman sehingga dapat memicu terganggunya stabilitas keamanan menjelang Pilpres dan Pileg April mendatang dan menimbulkan kegaduhan dunia politik nasional.

"Sehingga, apa yang dilakukan Her Suprabu sangat tidak bijak, dan harus segera ditindak agar tidak menimbulkan permasalahan dan kegaduhan, khususnya di Kota Solo," tegasnya.

Kepada jajaran Polri, dalam kesempatan itu TARC juga mengapresiasi atas kenetralannya dalam menangani kasus Slamet Ma'arif ini. Dengan dihentikannya penyidikan kasus ini maka status tersangka Slamet menurut Taufiq juga gugur.

"Sikap Polri yang netral, obyektif, dan profesional harus terus dijaga selama gelaran Pemilu 2019," ujar Taufiq didampingi Humas TARC Soloraya, Endro Sudarsono.

Diketahui, ada 3 alasan penghentian penyidikan yang dikutip TARC atas kasus Slamet Ma'arif dengan delik dugaan pelanggaran kampanye yakni, adanya perbedaan penafsiran dan makna kampanye antara ahli pidana pemilu dan KPUD Solo.

"Penjelasan dari Polri selanjutnya adalah karena unsur mens rea atau niat pelaku belum bisa dibuktikan, kemudian yang terakhir penghentian kasus berdasarkan rapat Sentra Gakkumdu Solo," pungkas Taufiq.

Jurnalis : Sapto

Editor : ALI

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners