Rekomendasi

Misteri Tersembunyi di Balik Pergantian Ketua KPU Karanganyar?

Selasa, 26 Februari 2019 : 11.14
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Proses pergantian ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar sontak menjadi bahan sorotan. Pasalnya, Devid Wahyuningtyas yang baru menjabat sebagai ketua sejak dua bulan lalu, harus diganti di tengah jalan.

Dalam rapat pleno yang digelar beberapa waktu lalu, posisi Devid Wahyuningtyas digantikan oleh Triastuti Suryandari.

Proses pergantian ini juga dilakukan tepat dua bulan menejelang pelaksanaan pesta demokrasi berupa pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

Bagaimana tanggapan masyarakat dan para politisi soal pergantian ketua KPU ini? Berikut laporan Iwan Iswanda dari Karanganyar;

Sejumlah pihak mempertanyakan penggantian Devid Wahyuningtyas sebagai ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang baru diembannya dua bulan lalu. Koordinator Masyarakat Handarbeni Karanganyar (Mahaka), Kiswadi Agus, menilai proses alih pimpinan KPU ini sangat aneh.

Karena di copot dua bulan menjelang pelaksanaan pemilihan legislative (Pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar secara bersamaan pada tanggal 17 April 2019 medatang.

Menurut Agus, dari awal sudah diproses internal komisioner KPU. Saat penunjukkan ketua, lanjut Agus, dilakukan melalui rapat pleno dan disetujui oleh seluruh komisioner.

“Pergantian ini kan aneh. Pada saat rapat pleno pemilihan ketua, seluruh komisioner telah sepakat memilih Devid Wahyuningtyas. Nah sekarang harus diganti ditengah jalan. Ini ada apa? Maaf saya tidak membela siapapun, yang jelas saya melihat ada yang aneh dalam pergantian ini. Sepertinya ada nuansa politik kepentingan dalam proses pergantian ini,” ujar Agus, Senin (25/02/2019).

Disisi lain, Kurniawan, Wakil sekretaris Partai Perindo mengungkapkan, penggantian ketua KPU ini, dilakukan dengan berbagai alasan dan pertimbangan. “Kami khawatir, pergantian ini akan mengganggu kinerja KPU sebagai penyelenggara pemilu. Kami juga menilai antar komisioner KPU tidak solid, pecah,” tegasnya.

Sementara itu, ketu Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP), Endang Muryani kepada hariankota.com mengatakan proses pergantian ketua KPU merupakan hal yang biasa. Menurut Endang pergantian ketua KPU ini merupakan urusan internal KPU.

“Kami tidak mempersoalkan siapa ketua KPU. Kami hanya berharap, KPU bekerja dengan baik dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019,” kata Endang melalui sambungan telepon selularnya, Senin (25/02/2019).

Pergantian ketua KPU ini, juga mendapat tanggapan dari DPD PKS Karanganyar. Ketua DPD PKS Karanganyar, Joko Tri Susilo, menyayangkan pergantian ketua KPU yang baru berjalan 2 bulan, kecuali jika ada alasan membenarkan terjadinya pergantian tersebut.

“Masyarakat mesti akan bertanya ada apa ini, mereka akan berspekulasi bahwa pergantian ketua KPU sarat dengan kepentingan pihak-pihak tertentu. Kami sendiri tidak masalah siapapun ketua KPU, yang penting dia bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional dan tidak ditunggangi oleh kepentingan pihak-pihak tertentu,” kata dia.

Ketika dikonfirmasi, ketua KPU yang baru, Triastuti Suryandari, tidak mengungkapkan secara jelas pertimbangan apa yang dijadikan dasar untuk mengganti ketua KPU. Trias mengatakan, pergantian ketua dilakukan melalui sejumlah pertimbangan dan dilakukan dalam rapat pleno yang diikuti seluruh komisioner.

“Pertimbangannya agar seluruh proses berjalan baik, sehingga pada hari H tidak ada persoalan, seperti soal logistic dan lain-lain. Intinya berdasarkan hasil rapat pleno, kita pada posisi fokus pada tahapan pemilu 2019,” jelasnya.

Soal dugaan komisioner KPU tidak solid dan terjadi miss komuikasi, Trias menegaskan, tidak benar jika KPU tidak solid dan mengalami perpecahan.Proses pergantian keteua KPU sendiri, lanjutnya diatur dalam UU.

“Tidak benar ada anggapan jika KPU tidak solid, pecah dan ada unsure politik dalam pergantian ketua ini. Kita hanya ingin seluruh proses berjalan lancar,” tandasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More