Rekomendasi

Otto Hasibuan: Remisi Napi Dalang Pembunuh Wartawan Harus Arif dan Bijak

Jumat, 01 Februari 2019 : 23.21
Published by Hariankota
Otto Hasibuan : Remisi Napi Dalang Pembunuh Wartawan Harus Arif Dan Bijak (Foto: Okezone)
SUKOHARJO - Pemberian remisi terhadap narapidana dalang pembunuhan salah satu wartawan di Bali telah banyak menuai protes dan kecaman terutama dari kalangan jurnalis, pasalnya kebijakan itu dinilai mencederai prinsip keadilan dalam penegakan hukum di Indonesia.

Menanggapi putusan remisi tersebut pengacara kondang Otto Hasibuan mengatakan, jika dilihat dari kacamata hukum, pemberian remisi itu memang merupakan hak narapidana yang diatur dalam undang - undang.

"Tetapi meskipun itu hak, tentunya dalam memberikannya harus secara arif dan bijaksana. Harus melihat situasi dan kondisi yang ada," kata Otto kepada hariankota.com disela acara diskusi bersama Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Kota Surakarta di Hotel Syariah Lor In, Kartasura, Sukoharjo, Jum'at (1/2/2019).

Ketua Dewan Pembina Peradi Pusat ini mengingatkan kepada lembaga terkait, dalam pemberian remisi ini selayaknya juga dipikirkan dampaknya agar tak melukai hati para wartawan yang disebut Otto merupakan pejuang - pejuang keadilan.

"Wartawan itu kan pejuang - pejuang keadilan juga. Iya kan," sebut Otto didampingi Ketua DPC Peradi Kota Surakarta, Badrus Zaman.

Jadi, kata Otto, memang dilematis. Karena itu hak, memang bisa diberikan tetapi disisi lain, dalam memberikannya harus juga dengan bijaksana. Segala aturan - aturan, pertimbangan - pertimbangan harus juga ditelaah.

"Harus ditelaah lebih baik gitu lho. Supaya jangan sampai ada ketidakadilan bagi masyarakat," tegas Otto yang pernah menjadi kuasa hukum Jessica Kumala Wongso dalam kasus pembunuhan menggunakan kopi maut sianida 2016 silam.

Terkait tuntutan protes agar keputusan remisi yang telah keluar tersebut ditinjau ulang, Otto mengatakan, hal itu sulit dilakukan. "Kalau sudah diberikan, rasanya (untuk) membatalkan sulit ya. Itu tergantung menterinya (Menkumham -Red) nanti bagaimana. Tidak perlu sampai Presiden," ujarnya.

Seperti diberitakan, dalam kasus ini, semula mantan Caleg PDIP, I Nyoman Susrama yang merupakan dalang pembunuhan wartawan Radar Bali, Anak Agung Ngurah Prabangsa pada tahun 2009 silam dijatuhi pidana seumur hidup.

Dalam perjalanannya, hukuman I Nyoman Susrama oleh pemerintah melalui lembaga terkait diganjar remisi dari penjara seumur hidup berkurang menjadi kurungan penjara selama 20 tahun. Akibat kebijakan ini, muncul gelombang protes, yang menginginkan agar putusan itu ditinjau kembali.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Irawan

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners