Rekomendasi

Pilkades Mulai Menuai Protes

Selasa, 26 Februari 2019 : 17.37
KARANGANYAR - Sejumlah calon kepala desa yang yang berlangsung serentak pada tanggal 20 Februari 2019 lalu, keberatan terhadap hasil akhir pemilihan kepala desa (pilkades).

Bahkan salah satu calon kepala desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, Djumadi, melalui penaasehat hukumnya, Wijayono Hadi Sukrisno, mendesak panitia , agar dilakukan pilkades ulang.

Kepada hariankota.com serta awak media lain, Wijayono Hadi Sukrisno, mengatakan, saat pelaksanaan pemilihan kepala desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, terjadi banyak kejanggalan, kecurangan yang melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Wijayono mengungkapkan, saat dilakukan pencoblosan, panitia pemilihan hanya memberikan surat suara dengan menunjukkan surat undangan, tanpa menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP), yang menegaskan jika pemilih tersebut merupakan warga Sumberejo.

Hal ini, jelas Wijayono, panitia melanggar pasal 44 ayat (2) Perbup Karanganyar Nomor 66 tahun 2018 tentang kepala desa. Pelanggaran lain yang dilakukan oleh panitia, lanjut Wijayono, saat pemilih menerima surat suara dari panitia pemilihan, surat suara dalam keadaan tertutup.

Sehingga, patut diduga, surat suara tersebut cacat hukum atau sudah dalam keadaan tercoblos. Hal ini melanggar pasal 45 ayat (1) Perbup Karanganyar Nomor 66 tahun 2018 tentang kepala desa.

“Dengan adanya dugaan pelanggaran tersebut, maka berita acara nomor 16/pilkades/II/2019 tertanggal 20 februari 2019, berita acara no 18/pilkades/II/2019 serta surat keputusan panitia pemilihan tingkat desa No SK.04/pilkades/II/2019, karena didasarkan pada perbuatan melawan hukum, maka seluruh surat in casu tersebut cacat hukum,” jelasnya, Selasa (26/02/2019).

Ditambahkannya, tidak hanya melakukan pelanggaran secara administrasi, panitia pemilihan kepala desa Sumberejo, juga dinilai tidak menjaga netralitas, sebagaimana yang diatur dalam pasal 15 ayat (4) Perbup Karanganyar nomor 66 tahun 2018.

“Kami selaku kuasa hukum bapak Djumadi, mendesak kepada panitia, segera melakukan pemilihan kepala desa ulang. Jika tidak dilakukan, maka kami akan melakaukan tuntutan hukum yang lebih jauh. Kami juga meminta kepada bupati Karanaganyar, untuk tidak melantik kepaa desa terpilih,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan pemillihan kepala desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, diikuti oleh tiga calon, masing-masing, Djumadi, Wiyono dan Sutopo yang merupakan kepala desa petahana. Dalam pemilihan kepala desa ini, Sutopo terpilih kembali menjadi kepala desa.

Jurnalis : Iwan Iswanda

Editor : ALI

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners