Rekomendasi

Pilkades Serentak, Antusiasme Masyarakat Cukup Tinggi

Rabu, 20 Februari 2019 : 15.50
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Puluhan ribu warga Karanganyar yang berada di 145 desa, menggunakan hak suaranya dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang dilaksanakan pada hari Rabu (20/02/2019).

Antusiasme warga untuk menggunakan hak suaranya, cukup tinggi. Warga mulai mendatangi tempat pemungutan suara sejak ukul 07.30 Wib.

Warga berjubel ingin memberikan suara mereka pada calon kades yang akan dipilih. Pencoblosan dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 13.00 Wib dean dilanjutkan dengan penghitungan surat suara.

Berdasarkan pantauan hariankota.com di sejumlah desa, seperti di desa Jaten, Desa Ngringo, Desa Brujul Kecamatan Jaten, Desa Nangsri kecamatan Kebakramat serta Desa Gaum, kecamatan Tasikmadu warga harus rela antri berjam-jam untuk memberikan suara kepada calon kepala desa yang didukung.

Panitia juga sempat kewalahan dan membagi dua pintu masuk, separoh di lewatkan dari pintu barat, separoh lagi dilewatkan pintu timur.

"Kalau tidak begitu, bisa membludak karena antusiasnya warga. Kesadaran yang tinggi ini karena warga merasa bersinggungan langsung dengan pilkades ini sehingga datang untuk memberikan suara," kata Haryanto, salah satu panitia pilkades Desa Jaten, Rabu (20/02/2019).

Hal yang sama juga terjadi di Desa Brujul dan Desa Nangsri. Warga juga terlihat antri untuk memberikan hak suaranya. Bahkan di Desa Brujul, antrian terlihat hingga ke jalan raya.

Hanya Gaum yang sempat sedikit nyaris ricuh karena warga berteriak-teriak karena 5.000-an pemilih hanya ada 5 bilik sehingga antrinya lama. Untung akhirnya warga bisa diredakan.

"Seharusnya bilik suara lebih dari lima. Kalau hanya lima, sedangkan jumlah pemilih ribuan orang, kasihan masyarakatnya,” ujar salah satu warga Desa Gaum.

Tingginya partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak suaranya, menurut Kiswadi Agus, Koordinator Masyarakat Handarbeni Karanganyar (Mahaka), tidak terlepas dari pemberian uang transport kepada warga oleh masing-masing calon kepala desa.

"Partisipasi masyarakat jelas tinggi. Karena ada pemberian uang transportasi yang diberikan oleh masing-masing calon kepala desa kepada para pendukungnya. Saya yakin, jika tidak ada, partisipasi masyarkat pasti kecil,” ujar Agus.

Meski demikian, lanjut Agus, ini potret demokrasi di tingkat bawah. “Biarkan masyarakat menikmati proses demokrasi ini. Yang terpenting, selama proses berjalan, tidak menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di masyarakat,” kata dia.

Jurnalis; Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More