Rekomendasi

Pilkades Serentak Karanganyar, Partai Politik Bermain dalam Pilkades?

Minggu, 03 Februari 2019 : 19.51
Published by Hariankota
Ilustrasi
PELAKSANAAN pemilihan kepala desa (Pilkades) yang digelar secara serentak sebelum pelaksanaan pemilihan legislative (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres), praktis akan bersinggungan dengan politik.

Para calon anggota legislatif (Caleg) dari sejumlah partai politik tertentu, mulai melakukan pendekatan kepada para calon kepala desa yang akan bertarung dalam Pilkades yang akan digelar pada tanggal 20 Februari 2019 mendatang.

Peran para caleg untuk memenangkan salah satu calon kepala desa ini,menarik untuk disimak. Berikut lapora wartawan hariankota.com, Iwan Iswanda dari Karanganyar;

KARANGANYAR - Dua minggu menjelang Pilkades di Karanganyar, para calon kepala desa mulai gencar melakukan sosialiasi untuk meraih dukungan. Berbagai upaya dilakukan, mulai pemasangan spanduk, mendatangi berbagai kegiatan warga, hingga menggandeng sejumlah caleg dari partai politik tertentu untuk memenangkan pertarungan.

Sukarni, Kepala desa Nangsri, Kecamatan Kebakramat yang kembali mencalonkan diri sebagai kepala desa, kepada hariankota.com, mengakui jika pencalonannya melibatkan kader partai sang suami yang saat ini menjadi anggota DPRD Karanganyar.

Hanya saja, menurut Sukarni, secara kelembagaan, partai dimana suaminya bernaung tersebut, tidak terlibat secara langsung. “Selain mendapat dukungan dari masyarakat, saya juga mendapat dukungan dari kader Partai. Kalau partai sih tidak terlibat langsung,” kata dia, Minggu (03/02/2019).

Hal senada dikatakan Priyadi Utomo, calon petahana kepala desa Ngargoyoso. Menurutnya, dalam pilkades saat ini, sejumlah caleg menawarkan kerjasama. “Tentu saja dukungan tersebut dengan syarat harus mendukung sang caleg dalam pemilihan legislatif,” ujarnya, Minggu (03/02/2019).

Dijelaskannya, biasanya caleg juga berjanji, jika terpilih menjadi anggota legislative, akan memprioritaskan penyaluran anggaran di desa tersebut. “Jika terpilih, akan lebih mudah salurkan dana, terutama dana aspirasi,” jelasnya.

Priyadi sendiri mengaku tidak menggandeng caleg dalm pilkades ini. "Saya tidak melibatkan caleg atau parpol. Saya sendiri tidak mau ambil resiko. Tugas kades memberikan pengayoman kepada masyarakat secara keseluruhan dan tidak terkotak-kotak,” tegasnya.

Disisi lain, calon kepala desa petahana Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Dwi Purwoto, juga mengaku tidak melibatkan caleg, apalagi partai politik. Menurutnya, jika ada yang mendukung dari kader partai, diminta untuk melepaskan baju partai.

“Pilkades ini untuk masyarakat yang terdiri dari berbagai golongan dan paham politik. Tujuan utamanya membangun masyarakat, kita berdiri di semua golongan,” tukasnya.

Keterlibatan sejumlah caleg, meskipun tidak mengatasnamakan partai, mendapat tanggapan dari Koordinator Masyarakat handarbeni Karanganyar (Mahaka), Kiswadi Agus. Menurutnya, jika caleg terlibat, meskipun tidak mengatasnamakan partai, akan berdampak buruk bagi kepemimpinan kepala desa jika teriplih.

“Ke depan, saya yakin kades terpilih tidak akan bisa menjaga netralitas, karena telah terikat karena proses kemenangannya dibantu oleh salah satu caleg partai tertentu. Ini sangat berbahaya. Sebaiknya, para calon kepala desa tidak harus melibatkan caleg, sehingga ketika terpilih tidak ada tekanan ketika membuat sebuah kebijakan,” tegasnya. (Habis)
Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More