Rekomendasi

Rumah Janda Dua Anak Ini Tunggu Bantuan RTLH

Sabtu, 02 Februari 2019 : 20.25
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Lima tahun lamanya Warti seorang janda warga Dukuh Wonosari RT 02 / RW 06, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo harus rela menempati rumah yang tak layak huni bersama dua anaknya yang masih kecil.

Rumah berdinding anyaman bambu berongga dan papan kayu bekas ini agar tak kemasukan angin ditutup beberapa MMT bekas spanduk ala kadarnya. Selain itu, lantai didalam rumah berukuran 6x6 meter juga masih berupa tanah liat.

Mirisnya, rumah tinggal yang lebih menyerupai gubuk ini tanpa dilengkapi tempat Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang memadai. Untuk mandi, Warti sekeluarga masih numpang dirumah orang tuanya yang jaraknya berjalan kaki sekira 50 meter.

"Dulu suami saya membangun rumah ini setelah membeli tanah seluas 17 x 9 meter. Namun setelah rumahnya jadi, suami saya sakit-sakitan sampai akhirnya meninggal pada tahun 2017 lalu," kata Warti, saat ditemui hariankota.com dan awak media lainnya, Sabtu (2/2/2019).

Tak cukup disitu derita Warti dan kedua anaknya. Saat waktunya beristirahat malam, mereka tidur hanya menggunakan matras tipis dan alas kepala bantal kumuh diatas lantai tanah.

Sebagai buruh tani musiman dengan bayaran sekira Rp 70 ribu / hari, Warti tak mampu berlangganan listrik untuk menerangi rumahnya. "Jika tidak musim panen, ya, saya dirumah saja," ucapnya.

Dua bohlam lampu dan sebuah TV tabung berukuran 14 inch sebagai satu-satunya hiburan didalam rumah bisa menyala lantaran dia numpang berlangganan dari tetangga dengan biaya Rp 20 ribu - Rp 30 ribu tiap bulannya.

Anak Warti yang sulung, Angga Sri Widodo (13) sejak setahun terakhir tak lagi mau sekolah di SD Negeri 2 Mranggen dengan alasan teman - temannya tak ada yang mau bergaul dengannya. Sedangan si bungsu, Rico Adi Pratama (7) baru duduk dibangku TK.

Angga yang masih dibawah umur ini, terpaksa juga ikut membantu perekonomian keluarga dengan bekerja serabutan menjadi pesuruh di lingkungan tempat tinggalnya. "Kalau tetangga manggil minta bantu-batu saya bantuin, biasa diberi Rp 15 ribu - Rp 20 ribu, uangnya buat beli makanan," katanya.

Sementara, Ketua RT setempat, Sunarno saat di minta konfirmasi terkait kondisi rumah tinggal Warti dan kedua anaknya mengatakan, dulu pernah diusulkan sebagai penerima bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH), namun hingga kini belum terealisasi.

"Dulu pernah ada yang survei saat suaminya masih hidup, tapi belum ada realisasi hingga saat ini. Dari pemerintah desa akhir Desember 2018 lalu juga sudah mengumpulkan masyarakat untuk membantu Warti. Mungkin pertengahan tahun ini," katanya.

Disebutkan Sunarno, saat ini bantuan pemerintah yang diterima Warti dan dua anaknya hanya dari Raskin dan Program Keluarga Harapan (PKH)," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners