Rekomendasi

Tak Penuhi Syarat, 400 Koperasi Dibubarkan Disdagkop Sukoharjo

Rabu, 27 Februari 2019 : 20.33
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Sejak 2015 hingga awal tahun 2019, Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) Sukoharjo telah membubarkan sebanyak 400 koperasi lantaran tak memenuhi syarat dan berpotensi merugikan nasabahnya.

Seperti disampaikan Kepala Disdagkop Sukoharjo, Sutarmo kepada hariankota.com, Rabu (27/2/2019), sebagian besar koperasi tersebut tidak jelas tata kelola manajemennya, bahkan ada yang sekedar papan nama saja.

"Untuk saat ini masih ada 45 koperasi yang kami dengan ketag karena belum berijin. Sebagian besar koperasi simpan pinjam (KSP) yang arahnya seperti renternir," ungkapnya.

Dijelaskan Sutarmo, semula ada sekira 800 koperasi, setelah dilakukan penertiban, kini tinggal 479 unit, dan 45 diantaranya masih belum selesai proses perijinannya. "Kami awasi ketat, kalau memang tidak bisa memenuhi syarat ya akan dibubarkan juga," tegasnya.

Dalam sebuah acara Kopdar UMKM, Disdagkop Sukoharjo juga menghimbau para calon nasabah, untuk tidak mudah tergiur dengan janji – janji KSP yang belum jelas status perijinannya itu.

Koperasi sehat wajib memenuhi sejumlah persyaratan, seperti administrasi lengkap, penyelenggaraan RAT rutin, kepengurusan aktif dan pendanaan yang sehat wajar.

Pengawasan dilakukan secara ketat dan berkala oleh Disdagkop dengan jemput bola menyasar ke desa-desa. Sekaligus antisipasi munculnya koperasi abal abal, dimana sasarannya sebagian besar pedagang pasar tradisional atau pelaku UMKM.

"Kita terus sosialisasi waspada koperasi abal abal, khususnya bagi pedagang kecil di pasar pasar. Karena ditengarai masih ada renternir berkedok koperasi," tandasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayu

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More