Rekomendasi

Tangkal Isu Sara di Pemilu, Netizen Yogya Ajak Lawan Hoax

Kamis, 21 Februari 2019 : 17.15
YOGYAKARTA - Deklarasi gerakan lawan hoax digelar warganet dari netizen, blogger, youtuber, hingga seniman digital dari berbagai kalangan millenial. Kegiatan itu dilakukan agar tercipta suasana aman, nyaman, damai dan kondusif pada Pemilu, 17 April 2019.

Ketua Pelaksana, Hafyz Marshal mengatakan gerakan melawan hoax itu dilakukan dengan mengedukasi warganetizen Yogyakarta melalui kampanye kreatif di dunia maya. Terlebih, hoax dan isu SARA begitu masif saat ini.

"Kami coba ambil bagian sebagai garda terdepan melawan hoax dan menangkal isu SARA demi terciptanya pemilu 2019 damai," katanya di Loco Coffe Shop, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (21/2/2019).

Kegiatan ini diharapkan supaya masyarakat luas memiliki pengetahuan untuk selektif memilih berbagai informasi yang tersebar di media sosial.

Sedangkan bagi kalangan warganet diharapkan dapat melawan hoax dengan aktif memproduksi konten konten positif yang membangkitkan optimisme bangsa menatap masa depan dengan ikut mensukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019.

Aktivis media sosial, Prihadi Beny Waluyo mengatakan pesta demokrasi jangan menjadi momok bagi masyarakat. Jangan dijadikan momen pihak tertentu untuk menyebarkan konten negatif, terutama di kalangan penggiat media sosial.

Ia meminta warganetizen harus dapat memanfaatkan pesta demokrasi ini dengan gembira. Juga optimis melalui konten-konten tulisan, grafis dan vlog serta bentuk kreatif lainnya yang mendidik dan menghibur guna menciptakan proses demokrasi yang berkualitas.

"Bukan justru mencari kesalahan, apalagi memecah belah dengan konten konten berbau SARA. Jangan sampai isu agama dan informasi hoax menjadi alat kepentingan jangka pendek yaitu hanya untuk menang di pesta demokrasi dengqn cara tidak bermartabat," katanya.

Ramaditya Domas Hariputro, jurnalis yang menjadi pemateri menyampaikan, kampanye kreatif melawan hoax juga harus dilakukan oleh masyarakat netizen. Hal itu guna membendung gerakan-gerakan yang mengeksploitasi kabar berita hoax di dunia maya.

"Pemahaman terhadap fungsi media sosial merupakan salah satu konsep untuk membangun pengetahuan masyarakat terhadap tekanan isu-isu terkini yang berpeluang dipolitisasi menjadi hoax, apalagi menjelang pemilu 2019 yang semakin dekat ini," kata Ramaditya.

Diskusi bertema 'Peran Warganet dan Media dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA Demi Pemilu yang Damai, Berkualitas, dan Bermartabat' itu dilanjutkan dengan deklarasi gerakan warganet Yogjakarta melawan hoax.

Hadir sejumlah tokoh masyarakat, akademisi dan kalangan penggiat media sosial serta jurnalis media lokal maupun nasional.

Jurnalis: Prabowo

Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners