Rekomendasi

Teken MoU, UMS Siap Kirim Tenaga Kerja Kesehatan Magang di Jepang

Selasa, 12 Februari 2019 : 16.41
SUKOHARJO - Berawal dari pengalaman Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM) yang lebih dulu melakukan kerjasama dengan user (pengguna) alumni keperawatan untuk penempatan magang kerja rumah sakit lansia di Jepang.

Kali ini giliran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan program yang sama.

Bertempat di gedung induk Siti Walidah kampus UMS Pabelan, Kartasura, program tersebut dilaunching dengan penandatanganan MoU antara Rektor UMS Sofyan Anif dengan mitra terkait dari Jepang, Mrs Ikuno Kowada, mewakili FUKU Co.Ltd (salah satu konsorsium pengelola rumah sakit lansia di Jepang).

"Ini merupakan penandatanganan kerja sama dimana salah satu diantaranya adalah pengiriman tenaga kerja magang bidang kesehatan, tetapi untuk kali ini baru untuk tenaga keperawatan dan kebidanan," kata Rektor, Selasa (12/2/2019).

Kapada hariankota.com Rektor mengungkapkan, besarnya kebutuhan tenaga kerja bidang kesehatan di Jepang membuat UMS kesulitan untuk memenuhinya. Sehingga untuk mengatasi hal itu, peluang ini juga dikerjasamakan dengan perguruan tinggi lain.

"Pihak Fuku (sebenarnya) menghendaki kalau memungkinkan, kami diminta mengirim tenaga perawat sebanyak 400 ribu - 500 ribu. Tapi kami tidak sanggup, maka kemudian dibagi dengan beberapa daerah lainnya, Malang, Jakarta dan sebagainya. Kami juga belum tahu nanti dapat bagian berapa jatahnya," kata Rektor.

Sementara, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UMS, Muhtadi menambahkan, program magang kerja ke Jepang untuk saat ini baru dapat dilakukan oleh alumni D3 dan S1 Keperawatan, Ners, dan Kebidananan dengan syarat pernah mendapat keterampilan dasar keperawatan minimal 1 tahun di UMS.

"Syarat utama yang wajib dimiliki oleh alumni untuk dapat mengikuti magang kerja di Jepang yaitu dapat aktif menggunakan Bahasa Jepang. Diawal yang dapat diterima magang kerja disana adalah yang memperoleh sertifikat minimal N-3. Namun hal itu dirasa cukup berat dan membuat calon magang yang dikirim sedikit," ungkapnya.

Untuk mengatasi hali itu, kemudian syaratnya diturunkan menjadi N-4+ yang minimal calon alumni magang sudah dapat berkomunikasi dengan Bahasa Jepang, memahami tata krama dan bahasa yang sopan, serta memahami sedikit mengenai huruf kanji.

Muhtadi berharap melalui program kerja ini nantinya para alumni keperawatan UMS bisa mendapatkan karir yang baik sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan oleh pihak kampus.

“UMS membuka ini dalam rangka merancang sukses karir dari “by design”. Selama ini alumni keperawatan UMS sudah ada yang bekerja di Jepang, tapi mereka inisiatif sendiri.

Makanya ini kita menggandeng langsung dari Jepang, pengelola rumah sakit lansia. Harapannya agar alumni UMS mendapat karir yang baik dengan perencanaan yang sudah kami siapkan,” pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Rahayu

Bagikan :

Video: Sandiaga Uno Beri Sorban saat Bertemu Pendukung Jokowi

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners