Rekomendasi

GKR Hemas: Saya Masih Punya Agenda Besar

Jumat, 29 Maret 2019 : 11.28
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil DIY nomer urut 28, GKR Hemas meminta kepada tim relawannya untuk tetap bekerja dengan cerdas dan cantik, tanpa mengusik calon lain dan mengedepankan kerja intelektual.

Bahwa masih banyak agenda yang harus dikerjakan melalui jalur DPD RI baik di lingkup regional maupun nasional, Hemas meminta kepada pendukungnya untuk juga bisa secara bergotong-royong dalam membangun masyarakat Yogyakarta.

"Kita sadari, Yogya masih punya agenda besar. Kesejahteraan masyarakat, yanh tidak cukup hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga tetap menjadi orang Yogya yang Istimewa," demikian dikatakan GKR Hemas dalam acara 'Energy for 28' yang digelar relawan pendukung pencalonannya, di Kompleks Gedung Mandala Bakti Wanita Tama Yogyakarta.

Seperti diketahui, lanjut Hemas, Yogya telah ditetapkan sebagai Kota Batik oleh orang World Craft Council (WCC). Mengapa bukan Pekalongan atau kota penghasil batik lainnya.

"Ya karena bagi orang Yogya, batik adalah bagian dari kehidupan. Itulah istimewanya masyarakat Yogya, yang tetap eksis seiring dengan perkembangan global," ujar Hemas.

Lain dari itu, saat ini DIY telah menjadi destinasi wisata kedua setelah Pulau Dewata. Karena itu, dibutuhkan treatment khusus dalam mendukung jumlah kunjungan wisata tersebut.

"Tugas saya selaku anggota DPD adalah berlomba dengan 33 provinsi dalam sinkronisasi penggunaan dana pembangunan. Karena itu saya kira, masih banyak pekerjaan atau agenda yang harus dilakukan untuk pembangunan DIY," papar Hemas.

Infrastruktur DIY masih harus digenjot dan bersinergi dengan beroperasinya Bandara baru. "Perjuangan DPD ke depan, tidaklah mudah, sebab masih banyak RUU yang berkaitan dengan kepentingan daerah yang terus harus dikawal," tambah Hemas.

Terlepas dari itu, posisi DPD pun sampai saat ini belum bisa dikatakan final. Persoalan kewengan penggunaan anggaran dan hak usulan perundang-undangan masih sangat terbatas. Karena itu, lanjut Hemas, masih butuh perjuangan untuk mengamandemen UU tentang DPD.

Namun pekerjaan yang tidak kalah pentingnya, adalah menjaga implementasi dari UU Tentang Desa sekaligus penggunaan dana desa. "Hanya desa di DIY beda dengan provinsi lain, sehingga problemnya pun berbeda," ujar Hemas.

Dalam kesempatan itu, permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut juga memaparkan program prioritas di DIY yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM) seiring dengan agenda nasional.

"Pendidikan, khususnya perguruan tinggi di DIY masih mahal dan hanya bisa dinikmati oleh pendatang. Sementara banyak masyarakat asli yang tidak bisa masuk ke perguruan tinggi di kotanya sendiri.

Juga anak-anak difable, harus punya peluang yang sama. Inilah perkerjaan kita ke depan, kami terus mencari cara untuk memberi akses bagi mereka yang membutuhkan. Karena itu visi saya. Golong-gilik untuk mewujudkan generasi istimewa untuk Indonesia," ucap Hemas.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan GKR Hemas, Ir Rani Sjamsinarsi menyatakan, momentum tanggal 28 tersebut, diciptakan untuk membangkitkan energi relawan GKR Hemas, menuju 17 April mendatang.

Relawan yang tergabung dari berbagai element masyarakat, aktvis perempuan hingga komunitas masyarakat dan tim yang bekerja di kabupaten-kota, sepakat untuk 'Nyawiji 28', bekerja untuk mewujudkan keterpilihan GKR Hemas.

Sedang tim pemenangan nasional, Bambang Soeroso, dengan tegas menyatakan bahwa menjadi keuntungan tersendiri bahwa GKR Hemas menjadi perempuan satu-satunya yang maju menjadi calon anggota DPD dari DIY. Namun hal itu tidak lantas menjadikan 'lena' sebab medan kompetisi tetap sama beratnya.

Di akhir acara, sekitar 500 relawan mendeklarasikan dukungannya kepada GKR Hemas dan berjanji untuk menjaga kearifan dalam menjalankan kampanye.

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners