Rekomendasi

Jual Tanah Kas Desa, Mantan Kades Girilayu Ditahan

Senin, 04 Maret 2019 : 19.43
KARANGANYAR - Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan yang cukup panjang, akhirnya tim penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, akhirnya menahan berinisial D, mantan kepala desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Senin 04/03/2019).

D dititipkan ke rumah tahanan (Rutan) Klas I A Surakarta selama 20 hari ke depan, dalam kasus jual beli tanah kas desa fiktif seluas 2000 meter persegi. Saat ini, tanah bermasalah tersebut, telah berdiri bangunan dan kolam renang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo, kepada hariankota.com serta awak media lain, mengungkapkan, proses jual beli dan tukar guling tanah kas desa yang dilakukan oleh D, dilakukan pada tahun 2013 lalu dan tidak sesuai dengan mekanisme yang ada.

Menurut Kajari tersangka D, seolah-olah melakukan tukar guling tanah milik pemerintah desa (pemdes) setempat, dengan memalsu tanda tangan para saksi dan perangkat desa Girilayu.

“Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka, seolah-oleh terjadi proses jual beli tanah kas desa yang saat itu berdiri bangunan sekolah dasar. Agar tanah kas desa tersebut dapat disertifikatkan, tersangka melakukan pemalsuan tanda tangan para saksi dan perangkat desa setempat,” kata Kajari, Senin (04/03/2019).

Dengan adanya pensertifikatan tanah tersebut, jelas Kajari, tanah kas desa Girilayu tersebut beralih atas nama tersangka tanpa dasar hukum yang sesuai dengan perundang-undangan, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp900 juta.

“Bahkan sebagian tanah bermasalah tersebut juga telah dijual kepada pihak lain,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka D dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UUNo. 20 Tahun 2001, dengan ancaman lima tahun penjara.

Sementara itu, Ari Santoso penasehat hukum tersangka, ketika dihubungi hariankota.com melaui telepon selularnya, membenarkan jika D kliennya.

Kasus ini terjadi, menurut Ari, saat D masih menjabat sebagai kepala desa. Soal penahnan yang dilakukan oleh Kejari, Ari mengatakan, bahwa penahanan tersebut merupakan kewenanagan Kejaksaan.

“Sebagai penasehat hukum, keputusan Kejari untuk menahan tersangka, kami taati. Dalam waktu dekat, kami segera menyusun penangguhan penahanan,” jelasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners