Rekomendasi

Penyebar Konten Penembakan Brutal Terancam UU ITE, PKS: Jangan Nambah Kesedihan Umat

Sabtu, 16 Maret 2019 : 20.35
JAKARTA - Melalui Kementerian Kominfo, pemerintah mengeluarkan imbauan melarang netizen menyebarkan konten foto, gambar atau video terkait insiden penembakan secara brutal pada umat Islam yang sedang shalat Jum'at di Selandia Baru, kemarin.

Menanggapi kejadian terorisme itu, Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta semua pihak yang merupakan Warga Negara Indonesia, baik Pemerintah, tokoh politik, tokoh masyarakat dan media tertentu untuk bersikap bijak.

"Berhentilah menambah kesedihan dan tekanan kepada umat Islam dengan ancaman jeratan UU ITE," kata Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri ini dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/3/2019).

Legislator dapil DIY ini menjelaskan bahwa umat Islam yang sedang berduka dan sekaligus marah hanya menyalurkan kesedihannya dengan saling membagikan kabar duka ini di media sosial, tidak ada maksud lain, apalagi sampai berniat untuk mengancam atau mendiskreditkan umat lain dengan kejadian ini.

"Umat Islam merasa seperti satu tubuh, jika yang satu sakit, maka semua akan merasakan hal yang sama," kata Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini.

Sukamta menjelaskan bahwa umat Islam dan bangsa Indonesia sudah cukup matang menghadapi tragedi semacam ini. Dalam situasi seperti ini, tidak perlu ada pihak yang malah menambah tekanan pada Umat Islam yang sedang berduka.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam untuk tetap berbagi berita ini secara bijak, jangan sampai dimaksudkan lain yang bisa membawa kerugian bagi kehidupan kita semua," katanya.

Terorisme menjijikkan ini, menurutnya, tidak punya agama. Terorisme adalah musuh semua agama sehingga hentikan asosiasi dan pemberian label teroris identik dengan Islam.

"Karena itu kami mendorong semua tokoh agama dan negara untuk bersatu melawan terorisme baik teroris individual, kelompok apalagi terorisme negara," tegas Sukamta. Terorisme juga musuh kemanusiaan dan musuh negara, sehingga terorisme tidak boleh hidup di tengah masyarakat di dunia ini.

"Kami juga meminta pemerintah Selandia Baru dan Australia untuk melakukan investigasi menyeluruh sampai menemukan semua pelaku dan pihak yang terkait dan membawanya ke pengadilan".

Sukamta menegaskan, harus dipastikan apakah mereka ini teroris individual atau berkelompok. Sekecil apapun grup teroris harus dibasmi dan dibawa ke pengadilan untuk mendapatkan hukuman setimpal agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di manapun.

"'Ala kulli hal, kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya bagi para korban, semoga arwah para korban yang tewas mendapat pahala syahid, dan keluarga yang ditinggalkan Diberi ketabahan. Terkhusus untuk korban dari Yogyakarta, saudara Zulfirmansyah dan anaknya yang menjadi korban penembakan dan tengah dirawat di rumah sakit semoga segera pulih kembali," pungkas politisi PKS asal DIY ini.

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners