Rekomendasi

Polisi Ringkus Dua Pelaku Kekerasan Terhadap Sopir Taksi

Senin, 11 Maret 2019 : 21.19
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tim Reskrim Polres Sukoharjo berhasil meringkus dua pelaku kekerasan terhadap seorang pengemudi taksi Kosti Solo yang terjadi pada Minggu (03/2/2019) malam silam, setelah sebelumnya sempat buron.

Kedua tersangka tersebut adalah, seorang laki - laki dengan inisial LDP (30) warga Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo dan seorang perempuan berinisial ZLN (25) warga Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman.

"Para pelaku secara bersama - sama telah melakukan kekerasan terhadap seorang pengemudi taksi bernama Sumarno warga Desa Kenokorejo, Kecamatan Polokarto hingga luka parah dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit," kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi kepada hariankota.com saat rilis di Mapolres setempat, Senin (11/3/2019)

Awal kejadian seperti dituturkan Kapolres, dua tersangka pelaku memesan taksi menggunakan aplikasi Gocar dengan akun pengguna bernama Sinta Pradipta dari selatan Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru dengan tujuan belakang Hotel Fave, Solo Baru.

"Posisi penumpang saat naik taksi yang dikemudikan korban, tersangka LDP duduk di kursi belakang sopir, sedangkan tersangka yang perempuan, ZLN duduk di kursi depan samping sopir," terang Iwan

Sesampai di lokasi kejadian yakni, kawasan Pusat Bisnis 1 Sektor 3 Blok JC, Jalan Paris 2 Desa Madegondo, korban diminta menghentikan laju taksinya, lalu tersangka laki - laki seketika mengalungkan seutas tali plastik (rafia) menjerat leher korban.

"Disaat yang sama, tersangka perempuan mencoba membungkam mulut korban dengan telapak tangan kanan, namun, perbuatan para tersangka ini rupanya mendapat perlawanan. Dalam posisi leher terjerat, korban memberontak," tutur Kapolres

Sambil menjerat leher korban, tersangka laki - laki menyuruh tersangka perempuan mengeluarkan pisau silet (Cutter) dan lantas secara membabi - buta digunakan melukai korban dari kepala, badan dan kaki, hingga darah akibat luka sayatan itu membekas di didalam kursi taksi.

"Karena korban masih terus melawan didalam taksi, para pelaku kemudian keluar dari dalam taksi dan pergi melarikan diri ke arah semak - semak meninggalkan korban yang terluka parah," ujar Iwan

Menurut Kapolres, perbuatan kedua tersangka tersebut, berdasarkan pemeriksaan setelah berhasil menangkapnya di tempat persembunyian masing - masing, dikatakan sudah direncanakan dengan dalih sakit hati lantaran pernah menjadi korban tabrak lari taksi Kosti Solo.

"Para pelaku ini mengaku dalam merencanakan perbuatannya memilih korban secara acak. Tersangka ZLN kami tangkap pada 27 Februari 2019 di Sleman, DIY, sedangkan tersangka LDP dapat ditangkap 28 Februari 2019 di Desa Gumpang, Kartasura," ungkapnya

Selain menangkap dua tersangka pelaku, Polisi juga mengamankan barang bukti yaitu, 1 unit mobil taksi Kosti Solo AD 1022 DA warna biru, 1 unit hape warna hitam, 1 unit sepeda motor nopol AD 3904 Z warna hitam, seutas tali plastik (rafia) panjang sekira 1 meter, i unit potongan pisau cutter dan beberapa pakaian milik korban dan pelaku

"Atas perbuatannya, kedua tersangka pelaku dijerat pasal 170 ayat (2) ke 2e KUHP tentang kekersan terhadap barang atau orang dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," pungkas Iwan.

Jurnalis : Sapto

Editor : ALI

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More