Rekomendasi

Ratusan Ummat Hindu Karanganyar Gelar Upacara Melasti

Minggu, 03 Maret 2019 : 20.30
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Ratusan ummat Hindu yang berasal dari berbagai wilayah di Karanganyar, mengikuti upacara Melasti di Tlaga Madirda, Kecamatan Ngargoyoso, Minggu (03/03/2019).

Upacara melasti ini digelarsetiap menjelang Hari Raya Nyepi 1941 Saka yang jatuh pada tanggal 7 Maret 2019 mendatang. Upacara ini merupakan simbol pembersihan dosa bagi ummat Hindu.

Sejak pagi hari, terlihat puluhan umat Hindu dari berbagai daerah di Karanganyar mulai berdatangan ke Telaga Madirda dengan membawa beragam sesaji hasil bumi seperti beras, buah-buahan.

Aneka sesaji itu sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberi berkah hasil bumi mereka. Dengan berpakaian serba putih dan penuh hikmat, ummat Hindu mengikuti rangkaian upacara Melasti yang diawali dengan dibunyikannnya lonceng oleh pendeta Jero Mangku Ketut Pasek.

Pada saat upacara dimulai,semua ummat Hindu duduk bersila.Sementara sesaji diletakkan di depan,untuk didoakan. Doa-doapun langsung dibacakan.Usai pembacaan doa, setiap kepala jemaah diciprati air oleh sang pendeta.

Para pemeluk Hindu meyakini, bahwa air yang telah didoakan oleh pendeta tersebut dapat membersihkan dosa-dosa yang dilakukan semasa hidup.

Pendeta Jero Mangku Ketut Pasek, mengatakan, upacara Melasti digelar sesuai dengan ungkapan Agama Hindu untuk upacara ini, yakni desa, kala, dan patrayang artinya tempat, waktu, dan keadaan. Oleh karena itu, upacara adat ini digelar dengan menyesuaikan tiga hal tersebut.

Dijelaskannya, Melasti berasal dari kata male dan letah. Dalam Agama Hindu, male mengandung arti kekotoran, sementara letah artinya manusia. Maka, upacara Melasti ini bertujuan untuk membersihkan diri dari sifat-sifat buruk manusia.

“Seperti tamak dan sombong yang merugikan diri sendiri dan orang lain itu dibersihkan. Agar saat perayaan Nyepi nanti bisa sukses,” kata Jero Mangku Ketut Pasek usai upacara, Minggu (03/03/2019).

Usai pembacaan doa, sesaji yang telah disiapkan kemudian dilarung ke Telaga Madirda yang merupakan salah satu objek wisata di Kecamatan Ngargoyoso.

Menurut Jero Mangku Ketut Pasek, makna dari larung sesaji ini adalah segala sesuatu yang telah diambil manusia dari alam harus dikembalikan lagi ke tempat semula, yakni alam agar dapat tercipta keseimbangan kehidupan.

Ditambahkannya, ada tiga unsur penting yang telah diambil manusia dari alam, yakni air, tanah, dan sinar surya. Ketiga unsur tersebut merupakan unsur yang sangat dibutuhkan oleh umat manusia.

Sementara itu, Wahyuningsih, salah satu ummat Hindu yang mengukuti upacara Melasti ini, mengatakan, Melasti mengandung arti mensucikan diri sebelum perayaan tapa brata penyepian.

Menurutnya, Disini dilakukan penghanyutan segala kotoran dengan air kehidupan (dari sumber mata air yg ada), agar di saat nyepi semua hal-hal yang tidak baik sudah bersih. “Di harapkan setelah perayaan Nyepi seluruh makhluk kembali bersih dan semakin baik ke depan,” ujarnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More