Rekomendasi

Sering Berulah, Preman Kampung Tewas Ditangan Warga

Jumat, 01 Maret 2019 : 13.31
SUKOHARJO - Kerap membuat onar seorang warga yang dikenal sebagai preman tewas meregang nyawa dihakimi massa di kampungnya sendiri Dukuh Windan, Makamhaji, Kartasura, Kamis ( 28/2/2019) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Informasi yang diperoleh hariankota.com, Jum'at (1/3/2019), jenazah korban, malam itu juga berdasarkan kesepakatan keluarga dan warga, langsung dikubur di makam yang tak jauh dari rumah tinggalnya.

Sebelum tewas di tangan massa yang sebagian besar tetangganya sendiri, diketahui pada siang harinya korban terlibat pertengkaran dengan kakak kandungnya bernama Ariyanto (45) dirumah orang tuanya yang juga tempat tinggal mereka.

Keributan itu rupanya menumbuhkan simpati warga kepada kakak korban hingga akhirnya tanpa diketahui siapa yang memulai, mereka yang sudah tersulut emosi, malam harinya rame - rame mencari korban.

Mengetahui menjadi buronan, korban pun lari dan bersembunyi dirumah salah satu tetangganya. Ditempat persembunyian ini, berapa tokoh masyarakat semula membujuk korban secara baik - baik untuk keluar menyerahkan diri. Namun upaya itu tak membuahkan hasil.

Korban yang sudah terdesak terkepung massa ini akhirnya menjadi bulan - bulanan di jalan kampung tepatnya didepan gapura Windan RT 02/RW 07 Makamhaji, Kartasura, saat akan melarikan diri.

Akibatnya, korban yang mengalami luka parah diduga terkena lemparan batu, sodokan dan sabetan galah bambu di sekujur badan dan kepalanya ini, tewas bersimbah darah ditempat kejadian.

Ditemui dirumahnya, ibu korban, Sri Hartini (62) meski mengaku berduka atas kematian anaknya namun ia tidak akan menuntut para pelaku yang bisa jadi adalah tetangganya sendiri.

"Anak saya memang nakal dan sudah terlalu sering meresahkan masyarakat. Ia (korban) itu yang saya dengar sering mengkonsumsi pil koplo. Ini sudah kesepakatan bersama, kalau anak saya berulah lagi, saya sudah pasrah, mau diapakan terserah," ujar Janda pensiunan ASN ini.

Kapolsek Kartasura Polres Sukoharjo, AKP Sarwoko saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi - saksi yang mengetahui kejadian.

"Meski keluarga tidak menuntut, tapi kasus ini proses hukumnya tetap berjalan," terangnya. Ditambahkan Kapolsek, korban memang dikenal sering membuat masalah, tidak hanya di lingkungan kampungnya sendiri, tapi juga diluar kampung.

"Korban ini sering memalak masyarakat, dan sebenarnya tidak sekali dua kali, ia (korban) di hajar massa akibat ulahnya. Beberapa bulan lalu, kami juga pernah menangani kasus dengan tersangka pelaku adalah korban ini," tandas Kapolsek.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners