Rekomendasi

Sidang Kasus Edu Park Jilid Dua Masuki Pemeriksaan Saksi

Selasa, 05 Maret 2019 : 18.55
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Sidang lanjutan dugaan penyelewengan pengadaan pesawat di lokasi wisata edupark, Karanganyar, yang berlangsung di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Semarang, memasuki pemeriksaan saksi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) karanganayar, Suhartoyo, ketika dihubungi hariankota.com melalui telepon selularnya, Selasa (05/03/2019) mengatakan, para saksi yang diajukan ke persidangan ini, adalah mereka yang berkaitan langsung dengan pengadaan pesawat.

“Saat ini sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi. Ada sejumlah saksi yang dimintai keterangan di depan sidang pengadilan Tipikor, termasuk salah satu kepala dinas,” kata Kajari, Selasa (05/03/2019).

Dijelaskannnya, proses persidangan kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat di lokasi wisata edupark ini, masuh cukup panjang. Selain pemeriksaan saksi, juga pemeriksaan ahli, BPKP, saksi meringankan dari terdakwa serta pemeriksaan para terdakwa.

“Jalannya proses persidanagan masih lama. Kita menyiapkan tujuha orang jaksa penuntut umum untuk menangani kasus ini,” jelasnya. Dijelaskannya, selama menjalani proses persidanagan, ke lima terdakwa dalam kasus ini, tidak ditahan.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, Kejari Karanaganayar melimpahkan berkas lima tersangka dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang. Ke lima tersangka ayang saat ini telah menjadi terdakwa tersebut, masing-masing, B, IP, YN, JSB dan G.

Ke lima terdakwa dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini bermula ketika Pemkab Karanganyar membangun wisata pendidikan (edu park) di lokasi kolam renang Intanpari tahun 2014 lalu.

Di lokasi wisata pendidikan tersebut, dilengkapi dengan tiga unit pesawat, masing-masing dua unit helikopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, dengan total anggaran Rp2 miliar.

Namun dalam proses peengadaannya, terjadi penyimpangan yang mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp509 juta.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More