Rekomendasi

Simulasi Pemilu di Karanganyar Sejumlah Pemilih Mengaku Bingung

Selasa, 26 Maret 2019 : 11.18
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Para pemilih yang akan menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum (Pemilu) yang akan berlangsung pada tanggal 17 April 2019 mendatang, mengaku bingung saat melakkan pencoblosan surat suara.

Hal tersebut terungkap dalam simulasi Pemilu yang dilakukkan Komisi Pemiihan Umum (KPU) Karanganyar, di Dukuh Jetis, Dusun Cerbonan, Keluarahan Karanganyar, Selasa (26/03/2019).

“Surat suaranya terlalu besar. Para calon anggota legislatifnya juga banyak. Saya hanya mencoblos lambing partai saya tidak mencoblos nama calon anggota legislatif, karena tulisannya kecil. Saya jadi bingung, bahkan saat simulasi tadi, saya salah coblos,” ujar Bambang, salah satu warga Dukuh Jetis usai mengikuti simulasi.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan kesabaran dan kehati-hatian saat menggunakan hak pilih dalam pemilu mendatang. “Ya kita harus hati-hati dan cermat. Jangan sampai keliru,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan bupati Karanganyar, Juliyatmono yang ikut dalam simulasi tersebut. Upati mengakui jika surat suara, terutama untuk pemilihan legislatif, cukup panjang dan lebar.

Hal ini, menurut bupati, akan menyulitkan warga, terutama orang tua, dalam menggunakan hak pilihnya, apalagi dalam pemilu kali ini, terdapat lima surat suara. “Kartu suara lebar, bilik suara kecil, relatif tidak akan bisa melihat seluruh gambar yang akan dipilih kalau tidak lebih cermat,” ujar buppati.

Untuk memudahkan pencoblosan, menurut bupati, surat suara harus diurutkan terlebih dahulu, mulai dari pemmilihan presiden, DPD, DPR RI, DPRD Prov da DPRD kabupaten.

"Ini harus disampaikan oleh panitia, kepada pemilih. Ini yang harus dievaluasi. Karena surat suara yang kecil itu mulai dari surat suara presiden, pemilihan legislative DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten,” jelas bupati.

Sementara itu, Komisioner KPU, Muhaammad Maksum, kepada hariankota.com serta awak media lain, megungkapkan, simulasi ini tujuannya agar masyarakat memahami dan sekaligus masukan bagi kpu apakah ada kekurangan atau tidak.

Salah satu bahan evaluasi dalam simulasi ini, menurut Muhammad Maksum, terutama mengenai surat suara yang cukup lebar serta pelayanan terhadap penyandang disabilitas.

Mengenai surat suara yang cukup lebar, menurutnya, akan memeberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama bagi para orang tua yang berusia lanjut. Soal pelayanan disabilitas, tetap dilayani, terutama bagi tuna netra.

“Untuk penyandang disabilitas terutama tuna netra, karena alat bantu braile hanya ada untuk presiden dan DPD, sedangkan untuk surat suara DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kaupaten tidak ada, maka diperlukan pendamping.Syarat pendamping harus mengisi formulir C3 tentang kerahasiaan siapa yang dipilih,” kata dia.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners