Rekomendasi

Situs Kuno di Proyek Tol Malang Identik dengan Bangunan Saluran Air

Selasa, 12 Maret 2019 : 15.20
Published by Hariankota
MALANG - Situs kuno yang ditemukan di lokasi proyek Tol Malang - Pandaan diduga merupakan sebuah bangunan petirtaan atau saluran air di zaman dahulu.

Hal ini disampaikan arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Wicaksono Dwi Nugroho saat melakukan penggalian situs pada Selasa (12/3/2019).

"Pastinya kita belum tahu. Tapi dari batu batanya yang tersusun menggunakan teknik batu gosok," ungkap Wicaksono. Ia menambahkan dari teknik penyusunan batu bata yang ditemukan sebelumnya kebanyakan berupa bangunan petirtaan atau saluran air.

"Kebanyakan kalau teknik batu gosok itu ditemui pada bangunan petirtaan atau saluran air. Tapi apa itu kita belum bisa pastikan sebelum kita telusuri dan gali lebih lanjut," ucapnya.

Dari tekstur batu bata yang ada, bangunan kuno yang berada di Tol Malang - Pandaan KM 37 ini diduga dari zaman sebelum Kerajaan Majapahit.

"Ukuran batu batunya lebih besar dari yang dijumpai di Trowulan dan masa Kerajaan Majapahit. Jadi ketika Majapahit berkuasa batu batanya semakin kecil, semakin mengecil setelah era Majapahit, Belanda hingga sekarang," bebernya.

Sementara itu dari pandangan Praktisi Supranatural, Jaya Supriyanto mengatakan bangunan kuno yang ada di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu sudah ada sejak zaman Kerajaan Singosari.

Sebelumnya, sebuah situs kuno yang diduga peninggalan Kerajaan Majapahit ditemukan di proyek Tol Malang - Pandaan tepatnya di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Akibat penemuan situs kuno ini pengerjaan tol Malang - Pandaan sektor 5 pun dihentikan sementara waktu sambil menunggu penelitian dari Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Jurnalis: Miadaada

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More