Rekomendasi

WNA Masuk DPT, Ini Kata Senator DIY

Rabu, 13 Maret 2019 : 04.30
YOGYAKARTA - Ada temuan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Celakanya, temuan itu tersebar di beberapa wilayah, tak terkecuali di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Syarat ikut pemilu itu WNI (Warga Negara Indonesia,red), secara teoritik WNA tidak boleh ikut pemilu, engak mungkin lah," kata Anggota MPR RI dari DIY Ir. H. Cholid Mahmud S.T, Selasa (12/3/2019).

Hal itu disampaikan pada wartawan usai 'Sosialisasi Pancasila, UUD RI 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI' bersama ibu-ibu di Balai Desa Banguntapan, Bantul, DIY. Cholid menegaskan aturan WNA tidak boleh ikut dalam pemilu sudah sangat jelas.

"Tapi, kalau fakta dilapangan temukan itu, harus dilihat dari kasus perkasus, jangan digeneralisir," kata Cholid yang juga Anggota Komisi IV DPD RI ini.

Dari kasus perkasus, lanjutnya, apakah ada kesalahan dalam memasukan data atau indikasi kejahatan politik. Jika memang ada kesalahan, harus disikapi dengan proposional dengan mencoret WNA tersebut dari DPT.

"Kalau ada kesalahan, dibenerin dengan mencoret WNA dari keikutsertaan dalam Pemilu. Kalau kejahatan politik, ini kasus pelanggaran," kata Senator asal DIY ini.

Cholid melihat semua Capres baik dari kubu petahana dan sebaliknya, punya kepentingan yang sama untuk meluruskan kasus DPT WNA ini. Kedua pasangan capres, menurutnya ingin supaya masalah DPT WNA ini tidak masuk terdaftar sebagai peserta pemilu.

Disinggung ada usulan agar KTP WNA dirubah, misal warna yang tidak serupa dengan KTP WNI. Menurutnya, usulan itu sangat bagus sebagai pembeda indentitas sebagai WNI dan WNA.

"Saya kira itu usulan bagus, semua negara juga begitu. Misalnya orang Madura yang tinggal di Saudi Arabia, meski memiliki KTP tapi tandanya beda," katanya.

Sebagaimana diketahui, setidaknya ada 11 WNA di DIY yang dicoret KPU karena masuk dalam DPT. Mereka (WNA) tersebar di berbagai wilayah, baik Kota dan Kabupaten di DIY.

"Petugas KPU mendatangi yang bersangkutan, ada 11 terklarifikasi masuk DPT, kami coret," kata Wawan Budiyanto, Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU DIY.

Informasinya, sejumlah WNA itu berasal dari Belanda, Swiss, Jepang, Malaysia, Amerika, Spanyol, dan Australia. Sebagian dari mereka tinggal menetap dan menuntut ilmu di Yogyakarta.

Jurnalis: Danang Prabowo

Editor: Jumali

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners