Rekomendasi

Wow, 1000 Berita Hoax Tersebar di Dunia Maya Jelang Pemilu 2019

Jumat, 01 Maret 2019 : 19.02
Published by Hariankota
Ilustrasi
YOGYAKARTA - Dunia maya banyak ditemui informasi hoax, apalagi jelang Pemilu 2019 yang digelar serempak pada 17 April nanti. Kementerian Komunikasi dan Informasi mencatat ada ribuan informasi hoax pada akhir tahun 2018 lalu.

"Kita juga sudah melakukan pemblokiran akun-akun media sosial," kata Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi, Gun Gun Siswandi, Jum'at (1/3/2019).

Hal itu disampaikan dalam Diskusi Publik bertema 'Peluang dan Tantangan Road Map Digital Indonesia Making 4.0 di Yogyakarta. Ia menyampaikan peningkatan berita hoax itu mengalami pemingkatan.

Berdasar mesin scroll Kemenkominfo, pada Oktober 2018 lalu, ada sekira 1000 berita hoax menyebar di dunia maya. Pihak Kemenkominfo juga memblokir puluhan akun di media sosial karena menyebar informasi hoax.

"Kita memiliki kewenangan memblokir web atau akun medsoa penyebar hoax. Tahun 2016 lalu kita blokir 800.000 an web dan akun medsos. Kita blokir konten negatif seperti ujaran kebencian, fitnah, pornografi, perjuadian, dan banyak lainnya," kata Gun Gun.

Ia meminta masyarakat bisa mengadukan apakah informasi yang diterima hoax atau bukan. Masyarakat bisa mengakses stophoax.id untuk mengetahui informasi tersebut. "Yang lebih penting itu edukasi dan literasi masyarakat," katanya.

Pihaknya memiliki tiga strategi dalam menangkal hoax. Pertama, edukasi dan literasi pada masyarakat. Kedua, bangun jaringan komunitas yang beragam. "Ketiga, kerjasama dengan aparat penegak hukum. Tapi yang paling utama itu literasi dan edukasi pada masyarakat," katanya.

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan, dunia maya tidak hanya dipenuhi informasi hoax, tapi bahaya pencurian data pribadi juga perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah.

"Negara juga memiliki kewajiban melindungi warga dalam dunia maya. Kedaulatan cyber kita juga harus dilindungi, karena sekarang perang cyber itu nyata sudah terjadi," katanya.

Sukamta juga meminta masyarakat bijak dalam mengakses dunia maya. Terlebih, saat ini pemerintah juga telah berusaha memperbaiki infrastruktur dunia maya hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

"Perbaikan infrastruktur jaringan juga terus dilakukan. Sekarang yang meski kita lakukan bagaimana mengajak masyarakat menggunakan medsos dengan positif, misal mendorong produktif," katanya.

Ia juga menyampaikan persaingan era digital saat ini begitu ketat. Tak hanya persaingan sesama anak bangsa, tapi juga persaingan dengan generasi milenial dari negara-negara lain.

Jurnalis: Prabowo

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More