Rekomendasi

Bawaslu Karanganyar Masa Tenang Paling Rawan Terjadi Pelanggaran Pemilu

Senin, 08 April 2019 : 20.22
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Jawa Tengah, menilai, masa tenang merupakan masa yang paling rawan terhadap berbagai pelanggaran pemilu.

Hal tersebut ditegaskan komisioner Bawaslu Jawa Tengah, divisi pengawasan, Rifiudin, dalam rakor pengawasan bersama media, Senin (08/04/2019).

Menurutnya, pada masa tenang, yang mulai berlangsung pada tanggal 14 April 2019 hingga 16 April 2019, berbagai potensi pelanggaran pemilu kemungkinan akan terjadi pada masa tenang ini, diantaranya, terjadinya praktek politik uang, terutama pada H-1 dan pada saat hari pencoblosan.

Untuk mengantisipasi terjadinya politik uang, jelasnya, Bawaslu di daerah akan melakukan patroli. “Politik uang ini merupakan ancaman yang membahayakan. Kita akan siapkan tim untuk melakukan patroli,” katanya, Senin (08/04/2019).

Selain praktek politik uang, lanjutnya, yang juga harus diantisipasi adalah intimidasi kepada pemilih, kampanye hitam, netralitas aparatur sipil negara (ASN) serta keterpenuhan surat suara.

“Berbagai kemungkinan pelanggaran ini, akan kita antisipasi. Masyarakat juga kita minta untuk melakukan pengawasan,” ujarnya.

Mengenai ketersediaan ssurat suara, Rifiudin mengatakan, sampai saat ini Jawa Tengah masih kekurangan sebanyak 3,3 juta surat suara. Kekurangan surat suara ini, karena rusak dan tidak lolos pada saat dilakukan penyortiran.

“Komisi Pemilhan Umum harus segera penuhi kekurangan surat suara ini. Kita berharap, dalam waktu dekat seluruhnya telah terpenuhi,” kata dia.

Sementara itu, dalam rapat koordinasi yang diikuti wartawan baik cetak maupun elektronik tersebut, ketua Bawaslu Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti, meminta media agar menuis pemberitaan secara berimbang.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners