Rekomendasi

Curhat Caleg Perindo Henry Indraguna Enam Bulan Blusukan Menuju Kursi Anggota Dewan

Jumat, 12 April 2019 : 23.30
Published by Hariankota

SOLO - Henry Indraguna, jelang berakhirnya masa kampenye terbuka "curhat" pengalamannya, selama lebih dari enam bulan berkeliling wilayah dapil V Jawa Tengah yang meliputi Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten.

Bertemu pagi hingga pagi lagi. Meninggalkan keluarga, pekerjaan, bisnis dan kenyamanan hidup yang selama ini dirasakannya.

"Lebih dari enam bulan saya terjun langsung ke masyarakat dapil V Jawa Tengah. Berkeliling dari satu desa ke desa lain, dari ujung perbatasan ke perbatasan lain. Untuk lebih mengenal bagaimana sesungguhnya masyarakat yang akan saya wakili nantinya, terang Henry, Jumat (12/4/2019) malam.

Keinginan untuk melayani masyarakat menjadi tujuan utama dari caleg DPR RI dari Partai Perindo, dan itu sudah dilakukan sejak enam bulan terakhir dengan terjun langsung menemui masyarakat di daerah yang menjadi konstituennya.

“ Terjun langsung ke lapangan, khususnya di daerah-daerah yang terpencil yang selama ini luput dari perhatian untuk bisa mendengar dan menyerap aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Dan bukan pekerjaan mudah itu  ujarnya.

Masih banyak banyak persoalan yang dihadapi masyarakat yang tak kunjung mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Misalkan kekeringan dan kesulitan air bersih yang tiap tahun dihadapi masyarakat di lereng Gunung Merapi, Kemusu Kabupaten Boyolali, Weru Sukoharjo.

"Mereka terpaksa mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk bisa membeli air bersih. Padahal tidak semuanya merupakan warga mampu," terangnya.

Ditambah lagi masalah kemiskinan, dimana warga miskin belum mendapat perhatian serius pemerintah. Banyak  pelaku usaha yang kesulitan modal, permasalahan fasilitas olahraga yang belum memadai bagi pemuda.

"Saya pahami itu, karena saya terjun langsung. Selama ini saya tinggal di Jakarta dan Bandung, dan tidak pernah turun kebawah, sampai akhirnya saya menyadari saya ingin memperbaiki kondisi masyarakat. Dan itu menjadi cambuk penyemangatnya untuk dapat melayani masyarakat jika nantinya duduk sebagai wakil rakyat," tandas Henry.

Selama ini dirinya selain hadir di masyatakat memberikan solusi, Hemry juga tidak kenal lelah melakukan kampanye tolak politik uang pada masyarakat. Dan memberikan edukasi seperti itu bukanlah hal mudah.  Seringkali dirinya mendengar kalimat "ada amplopnya tidak", dan itu bukan hanya sekali dua kali didengarnya.

"Padahal apa yang selama ini dilakukannya tulus dan ikhlas, namun selalu ujung-ujungnya amplop. Dan saya tegaskan dan jelaskan saya tidak bagikan amplop. Karena jika nanti terpilih saya ingin serius bekerja untuk rakyat. Kadang mendengarnya miris hati saya," imbuh Henry.

Sempat dirinya mengalami pergulatan batin yang hebat yan membuat dirinya ingin menyerah. Namun disaat itu banyak yang menyadarkan dan memberikan kekuatan baik dari istri, anak, keluarga dan juga tim dan pendukungnya untuk terus bangkit dan berjuang demi masyarakat yang hidupnya belum sejahtera dan ditemuinya hampir diseluruh pelosok dapilnya.

"Kemudian saya mengingat  wajah-wajah masyarakat yang sangat mendukung saya dan berharap saya bisa terpilih mewakili mereka. Wajah-wajah polos masyarakat desa yang jarang tersentuh atau bahkan tidak pernah tersentuh oleh wakil rakyat yang selama ini mewakilinya," lanjutnya

Ditambahkan Henry apapun hasilnya nant dirinya ikhlas dan sudah memasrahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa. Seandainya  memang rakyat tidak memilih dirinya berarti memang tidak menginginkan suatu perubahan.

"Apapun hasilnya nanti itulah yang terbaik buat saya. Namun setidaknya selama enam bulan terakhir saya sudah merasakan sendiri apa yang digarapkan masyarakat dan saya tunjukkan kinerja saya pada masyarakat," pungkas Henry.

Jurnalis; Santi
Editor: Santi



Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners