Rekomendasi

Diduga Kampanye di Masjid, Caleg Gerindra Jadi Tersangka Pelanggaran Pidana Pemilu

Selasa, 16 April 2019 : 21.22
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo menyatakan, seorang perempuan caleg DPR RI dapil V Jateng dari Partai Gerindra dengan inisial NRKS resmi menjadi tersangka dugaan pelanggaran pidana pemilu.

NRKS yang diketahui merupakan Sekretaris DPC Partai Gerindra Solo ini, dilaporkan berkampanye di tempat ibadah dan memberikan sejumlah uang atau money politic untuk mempengaruhi masyarakat agar memilih dirinya.

"Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan mengakui semua perbuatannya," kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo Bambang Muryanto, saat dihubungi hariankota.com, Selasa (16/4/2019).

Kronologi kasus tersebut, seperti penjelasan Bambang, terjadi pada awal bulan Maret lalu. Pada waktu itu NRKS hadir dalam pertemuan dengan kelompok PKK di Masjid Baitus Syukur Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura.

"Dalam pertemuan, yang bersangkutan juga membawa bahan kampanye berupa kalender untuk dibagi - bagikan," tuturnya.

Hal ini kata Bambang, sesuai PKPU yang berlaku jelas sebuah pelanggaran, dimana salah satu tempat yang dilarang untuk kegiatan kampanye adalah masjid yang masuk kategori zona bebas kampanye.

"Kasusnya sudah dilimpahkan ke kepolisian, namun yang bersangkutan belum ditahan karena masih menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. Saksi dan bukti sudah cukup memenuhi," tandasnya.

Dalam kasus ini, NRKS di jerat dengan Undang-Undang Pemilu nomor 7/2017 Pasal 280 jo 521, tentang penggunaan tempat ibadah untuk berkampanye dan menjanjikan dan memberikan uang atau materi lain dalam masa kampanye.

Jika terbukti bersalah, maka Caleg DPR RI yang juga masih tercatat sebagai anggota DPRD Kota Solo ini, terancam menghuni hotel prodeo paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, pihaknya sama sekali belum mengetahui jika NRKS ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran pidana kampanye.

"Saya baru tahu informasinya malah dari media. Secepatnya, kami akan melakukan klarifikasi dengan yang bersangkutan, karena selama ini tidak ada komunikasi apapun dengan kami," katanya.

Partai Gerindra, ditegaskan Ardianto tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan jika dimungkinkan akan melakukan advokasi atau pendampingan hukum.

"Nanti setelah kami klarifikasi dengan saudari NRKS, dan jika benar adanya, maka langkah selanjutnya akan ada pendampingan hukum. Namun harapan kami, kasus ini tidak benar," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners