Rekomendasi

Diduga Melakukan Penganiayaan, Anggota Dewan Dipolisikan

Jumat, 12 April 2019 : 18.02
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Anggota DPRD Karanganyar, Putut Hartanto harus berurusan dengan aparat kepolisian setempat.

Pasalnya, Putut yang juga ketua DPC Partai Hanura tersebut, dilaporkan karena diduga melakukan penganiayaan terhadap Grudug Subroto (41) warga Dukuh Jloko Wetan Rt 01 Rw 15, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar.

Kasus dugaan penganiyaan ini dilaporkan ke Sat Reskrim Polres Karanganyar, Kamis (11/04/2019) malam. Saat melapor, korban didampingi puluhan orang dari salah satu ormas.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, melalui Kasat Reskrim, AKP Purbo Adjar Asmoro, kepada hariankota.com serta awak media lain, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Putut Hartanto tersebut.

Menurut Kasat Reskrim, kasus ini bermula ketika pada hari Rabu (10/04/2019) sekitar pukul 02.00 dinihari, korban didatangi oleh M Irfan, yang merupakan anak terlapor.

Saat itu, M Irfan diminta untuk datang ke rumah dan menemui pelaku, Putut Hartanto. Tidak lama kemudian, korban datang ke rumah Putut. Sesampainya di rumah, terlapor langsung emosi dan menantang korban untuk berkelahi.

Sempat terjadi adu mulut, sebelum akhirnya terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh M Irfan dan Putut Hartanto. Pengeroyokan yang dilakukan oleh terlapor dan anaknya tersebut, mengakibatkan korban mengalami luka memar dimata bagian kanan.

"Tim masih bekerja dengan meminta keterangan, baik kepada korban maupun terlapor dalam hal ini Putut Hartanto dan M Irfan. Kita juga meminta keterangan dari isteri korban," jelas Kasat Reskrim, Jumat (12/04/2019).

Mengenai motif pengeroyokan lanjut Kasat Reskrim, berdasarkan keterangan keterngan terlapor, korban memiliki utang dan belum dibayar, serta berbagai persoalan lain yang menyebabkan terlapor emosi.

"Berapa jumlah utang korban, serta masalah lain yang menyebabkan terjadinya pengeroyokan, masih kami dalami," katanya.

Ditambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, terlapor mengaku melakukan penganiayaan terhadap korban. Pelaku juga membantah jika anaknya M Irfan ikut melakukan penganiayaan.

"Dari keterangan awal pelaku mengakui perbuatannya. Terlapor membantah jika anaknya ikut terlibat dalam penganiayaan yang dilakukannya. Namun ini baru keterangan sepihak. Kami akan membandingkan dengan keterangan saksi lain, sebelum kami simpulkan," tandasnya.

Jurnalis; Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners