Rekomendasi

DPRD DIY Ajak Masyarakat Wujudkan Pemilu 2019 Gembira, Rukun & Damai

Selasa, 16 April 2019 : 21.15
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Sebagai penyelengara pemilihan umum (Pemilu), Komisi Pemilihan Umum wajib menjamin hak konstitusi warga negara untuk menggunakan hak pilih.

Hak pilih untuk menentukan pemimpin dari Presiden, Senator (DPD), dan Legislator (DPR, baik DPRD Kabupaten, Kota, Provinsi hingga Pusat) yang digelar serempak pada Rabu, 17 April 2019 besok.

Komisi A DPRD DIY memberikan dukungan sepenuhnya kepada seluruh komponen penyelenggara pemilu, baik dari KPU, Bawaslu hingga Panwaslu untuk bisa bekerja dengan melayani sebaik-baiknya untuk mewujudkan penyelenggaraan Pemilu yang langsung, bebas, aman, damai dan jujur.

"Saatnya rakyat berdaulat untuk menentukan arah bangsa ke depan dengan menggunakan hak pilih, kita dukung KPU dan Bawaslu bekerja menyelenggarakan Pemilu 2019 dengan sebaik-baiknya.

Terima kasih TNI, Polri, Pemerintah dan masyarakat yang turut mendukung penyelenggaraan pemilu ini dengan kerja keras," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY pada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Berkaitan dengan pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019 disebutkan adalah momen bersejarah bagi seluruh elemen bangsa untuk bisa mewujudkan pemilu yang bermartabat, berbudaya dan bergembira ria dalam menentukan pilihan untuk mencoblos, Presiden, DPD, DPR, DPRD baik untuk tingkat provinsi, kabupaten/kota.

Sesuai data pemilih yang ditetapkan KPU tanggal 12 April 2019, untuk DIY jumlah pemilih di 78 kecamatan, ada sebanyak 11.781 TPS termasuk 1 TPS berbasis DPTb yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo.

Berdasarkan data KPU DIY, kata dia, dari DPT hasil perbaikan ketiga per 12 April 2019 ada sebanyak 2.732.024 dengan 150 data pemilih khusus (DPK). DPTB untuk pemilih yang masuk ke Yogyakarta dengan form A-5 sebanyak 50.527 orang lalu sebanyak 13.393 warga DIY yang keluar daerah untuk memilih.

"Pemilih yang belum terdaftar dalam DPT dan DPK, masih dapat menunggunakan hak pilih dengan menunjukkan KTP atau Surat Keterangan yang diterbitkan Dinas Kependudukan & Catatan Sipil kepada KPPS di TPS yang sesuai dengan alamat eKTP atau Suket dan dapat menunggunakan hak suaranya setelah jam 12 siang," kata Eko Suwanto.

Berkait dengan A 5, menurut Eko, masih banyak yang ingin menggunakan hak pilih sesuai hak konstitusi. Komisi A DPRD DIY mendorong agar KPU DIY bisa melayani sesuai peraturan perundang undangan.

"Prinsipnya hak warga negara untuk menggunakan hak pilih harus dijamin. Tidak boleh satu orang saja tidak dapat menggunakan hak pilihnya atau tercecer. Masih ada waktu bagi KPU untuk bekerja melayani warga yang akan gunakan hak pilihnya," katanya.

Disebutkan dari data pemilih, cukup banyak warga yang tepat pada Rabu, 17 April 2019 berulang tahun. Artinya telah memiliki hak pilih. Guna melayani perekaman E-KTP kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tetap buka.

"Pemilih yang kebetulan HUT pas usia 17 tahun cukup banyak ini sesuai konstitusi harus terlayani dengan baik. Alhamdulillah Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil se DIY tetap buka.

Kantor Dispenduk Capil besok 17 April 2019 akan melayani masyarakat mulai pukul 07.30 sd 13.00. Ayo warga yang belum lakukan perekaman eKTP segera lakukan perekaman," kata Alumni MEP UGM Yogyakarta ini.

Sementara itu, berkaitan dengan hal teknis pemungutan suara dan pengawasan proses pemilihan, Komisi A DPRD DIY memberikan dukungan penuh agar proses bisa berjalan lancar dan aman.

"Kita bersama Pemda DIY, Polri dan TNI serta masyarajat berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan KPU, Bawaslu, pemda untuk ciptakan pemilu yang damai, aman dan lancar. Kita berkomitmen wujudkan Pemilu yang gembira ria," kata Alumni Lemhannas ini.

Wakil Ketua DPD PDIP DIY ini percaya masyarakat Yogyakarta telah memiliki kedewasaan dalam berpolitik. Yogyakarta adalah daerah istimewa dan adanya konstestasi politik adalah hal biasa setelah masa kampanye berakhir, warga bisa tetap guyub rukun.

"Para elit politik harus bersama sama kedepankan kepentingan bangsa. Kita bareng bareng menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD NRI 1945, NKRI dan keistimewaan DIY dalam pemilu yang akan berlangsung 17 April 2019.

Komisi A bersama masyarakat juga bertekad melawan money politik agar bisa bersama mencegah lahirnya koruptor," katanya.

Jurnalis: Danang Prabowo

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More