Rekomendasi

Kasus Dugaan Penyelewengan ADD dan Pungutan PTSL, Kades Girimulyo Resmi Tersangka

Minggu, 07 April 2019 : 22.00
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, secara resmi menetapkan Kepala desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, SP, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana desa serta pungutan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

Penyidik menaikan status Kades Girimulyo tersebut jadi tersangka, setelah memilik dua alat bukti yang cukup. Sebelumnya, penyidik juga telah memeriksa para saksi terkait penggunaan Dana Desa (DD) serta pungutan PTSL tahun 2018.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo, ketika dihubungi hariankota.com melalui telepon selularnya, Minggu (07/04/2019) mengatakan, SP ditetapkan sebagai tersangka pada hari Jumat (05/04/2019).

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dasar penetapan sebagai tersangka ini, karena sudah didukung alat bukti, diantaranya keterangan saksi, petunjuk dan surat,” kata Kajari, Minggu (07/04/2019).

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, jelas Kajari, penyidik belum melakukan penahanan, karena sedang melengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Termasuk siapa yang terlibat serta menelusuri aliran dana.

“Soal apakah ditahan atau tidak, nantilah. Kita belum sampai kesana. Yang bersangkutan, masih akan kita periksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Tim penyidik akan terus mendalami dugaan penyalahgunaan, baik dana desa, ADD, PTSl, serta anggaran yang dikelola oleh desa. Semua kita runut sampai tuntas,” tandasnya.

Mengenai informasi jika tersangka telah menegembalikan anggaran yang telah digunakan, Kajari mengaku telah menerima informasi pengembalian itu. Jumlah uang yang telah dikembalikan sebesar Rp300 juta.

“Informasi yang saya terima, tersangka sudah mengembalikan dan pengembalian saat proses penyidikan. Pengembalian itu kan ada mekanismenya. Kalau memang sudah dikembalikan, maka tidak akan menghaous perbuatan pidananya, hanya meringankan saja,” jelas Kajari.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pungli PTSL dan dugaan penyalahgunaan dana desa yang dilakukan oleh SP, kepala desa Girimulyo, telah dilaporkan sejak 9 bulan yang lalu ke Kejari Karanganyar.

Dalam laporannya, warga menuding SP selaku kepala desa tidak dapat mempertanggungjawabkan penggunaan dana desa sebesar Rp400 juta.

Dalam proses pengurusan sertifikat melalui program PTSL, SP juga melakukan pungutan antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta, dengan total sebanyak 850 bidang. Padahal pengurusan sertifikat tanah tersebut tidak dipungut biaya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More